Dilansir BBC pada Senin (1/8/2016), Perdana Menteri Libya Fayez al-Sarraj mengatakan bahwa serangan tersebut menimbulkan kerugian besar bagi Libya.
Namun pihak Pentagon mengatakan bahwa serangan pada hari Senin it dilakukan dengan koordinasi dari pemerintah Libya serta persetujuan langsung dari Presiden Amerika Serikat, Barack Obama.
"Aksi ini kami lakukan untuk membantu menumpas ISIL (nama lain ISIS -red) di Libya yang dapat menyerang Amerika Serikat dan sekutu kami," tulis pihak Pentagon dalam pernyataan.
Juru bicara Pentagon Peter Cook mengatakan serangan berpresisi target, termasuk tank, dilakukan justru atas permintaan dari pemerintahan Libya dalam beberapa hari terakhir.
Pemerintah Libya sendiri sejak Mei lalu mulai melakukan serangan pada kelompok ISIS. Belum diketahui akibat yang ditimbulkan oleh serangan Amerika tersebut. (nkn/miq)











































