Balon Udara di Texas Diduga Jatuh Setelah Menabrak Kabel Listrik

Balon Udara di Texas Diduga Jatuh Setelah Menabrak Kabel Listrik

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 01 Agu 2016 15:55 WIB
Balon Udara di Texas Diduga Jatuh Setelah Menabrak Kabel Listrik
Lokasi jatuhnya balon udara yang membawa 16 orang di Texas (Rodolfo Gonzalez/Austin American-Statesman/via REUTERS)
Texas - Insiden balon udara mematikan di Texas, Amerika Serikat (AS), kemungkinan besar disebabkan oleh kabel listrik. Sedikitnya 16 orang tewas dalam insiden yang terjadi akhir pekan lalu.

"Ada bukti fisik yang mengindikasikan balon atau sejumlah komponen balon mengenai kabel (listrik)," terang salah satu pejabat Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB), Robert Sumwalt, dalam konferensi pers, seperti dilansir AFP, Senin (1/8/2016).

Sebuah kabel listrik besar memang diketahui membentang di atas ladang, yang menjadi lokasi insiden ini. Insiden ini menjadi salah satu insiden balon udara paling mematikan dalam sejarah AS. Tabrakan dengan kabel listrik seringkali menjadi penyebab utama insiden balon udara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ralph Barrera/Austin American-Statesman/via REUTERS

NTSB memimpin penyelidikan insiden ini dan meminta warga setempat untuk menyerahkan setiap rekaman amatir insiden ini, demi membantu penyelidikan. Dilaporkan surat kabar lokal, Austin American-Statesman, penyidik berharap untuk menemukan bukti konkret dari 14 benda yang ditemukan dari lokasi kejadian. Benda-benda itu terdiri atas sejumlah telepon genggam, kamera dan sebuah iPad.

Identitas korban tewas dalam insiden ini belum dirilis ke publik. Dalam pernyataannya, kantor Sheriff Caldwell County menyebut proses identifikasi korban akan memakan waktu panjang.

"Target kami adalah tidak akan menyelesaikannya pekan ini. Tujuan kami ialah berada di lokasi kejadian demi mengumpulkan bukti yang mudah hilang," ucap Sumwalt, sembari menambahkan bahwa tujuan utama penyidik adalah mencari tahu penyebab insiden ini agar bisa mencegahnya terulang.

Otoritas Penerbangan Federal AS (FAA) dan Biro Investigasi Federal (FBI) juga membantu NTSB dalam penyelidikan ini. Dijelaskan Sumwalt, para pakar NTSB awalnya akan memeriksa operasional balon udara, pilot dan perusahaan yang mengoperasikannya.

Ralph Barrera/Austin American-Statesman/via REUTERS

Balon udara itu terbakar di udara dan jatuh ke bumi sesaat setelah fajar menyingsing pada Sabtu (30/7) waktu setempat. Balon udara itu jatuh di luar kota Lockhart, yang berjarak 50 kilometer sebelah selatan Austin. Masalah cuaca diyakini bukan penyebabnya, sedangkan suhu udara saat itu moderat dan angin yang berhembus cukup ringan.

"Saya tidak melihat balon itu menabrak. Saya hanya mendengar suara letusan. Dan saya mendengar suara letusan, dan kemudian selanjutnya yang saya tahu adalah muncul bola api," Margaret Wylie (66) yang menyaksikan insiden mematikan itu, kepada televisi lokal, TWC News Austin.

Media AS, CNN dan media lokal lainnya mengidentifikasi pilot balon udara itu sebagai Alfred 'Skip' Nichols, yang juga pemilik Heart of Texas Hot Air Balloon Rides. Salah satu pegawai Alfred, Alan Lirette, menyebut sosok Alfred sebagai pilot yang hebat. Lirette yang membantu penumpang naik ke balon udara pada (30/7), menegaskan tidak ada anak-anak yang ikut naik saat itu.

Baca juga: Balon Udara Terbakar di Texas, 16 Orang Diduga Tewas

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads