Seperti diberitakan Reuters, Sabtu (30/7/2016), setidaknya 600 orang termasuk Wali Kota Ottawa, Jim Watson dan para politisi lokal datang untuk pemakaman Abdirahman Abdi pada Jumat, 29 Juli waktu setempat. Massa mendatangi masjid terbesar di Ottawa dan memenuji jalan-jalan. Watson sebelumnya dikritik karena tidak mengeluarkan pernyataan apapun hingga dua hari setelah penangkapan Abdi pada Minggu, 24 Juli lalu.
Para saksi mata mengatakan pada media lokal, bahwa Abdi (37) dipukuli oleh para polisi yang datang merespons panggilan mengenai gangguan. Sebuah video yang direkam seorang saksi mata, menunjukkan Abdi dengan kaos berlumuran darah, terbaring dengan wajahnya menghadap tanah dan kedua tangannya diborgol, sebelum paramedis tiba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keluarga menyatakan bahwa apa yang terjadi pada Abdi adalah tidak adil. "Kami semua punya banyak pertanyaan, namun kami mencoba untuk sabar," demikian pernyataan keluarga Abdi.
Unit Penyelidikan Khusus di Ontario saat ini tengah menyelidiki keadaan seputar penangkapan Abdi. Ini dilakukan di tengah gencarnya seruan untuk menyelidiki apakah ras merupakan faktor dalam peristiwa itu.
"Masyarakat sangat prihatin dan ini bukan hanya di kalangan minoritas, ini juga di masyarakat luas," tutur Abdullah Hassem yang menghadiri pemakaman. "Kita harus menghormati hukum dan ketertiban, namun di saat yang sama, hukum juga harus menghormati masyarakat," cetus pria berumur 61 tahun itu. (ita/ita)











































