Banjir Tewaskan 58 Orang di Nepal, 1 Juta Warga di India Mengungsi

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 28 Jul 2016 18:48 WIB
Korban banjir di Nepal mengungsi ke atas pohon (Nepalese Army/Handout via REUTERS)
Kathmandu - Banjir parah melanda wilayah India dan Nepal yang saling berbatasan. Sedikitnya 58 orang tewas di Nepal dan lebih dari 1,6 juta warga terdampak banjir di India.

Disampaikan pejabat Kementerian Dalam Negeri Nepal, Yadav Koirala, seperti dilansir Reuters, Kamis (28/7/2016), bahwa sejumlah desa di wilayahnya dilanda banjir bandang yang diwarnai tanah longsor. Koirala menyebut sedikitnya 58 orang tewas dalam dua hari terakhir.

Koirala menyebut, lebih dari 2 ribu rumah hancur akibat bencana alam itu. Sedangkan sekitar 20 orang dilaporkan hilang. Situasi di Nepal semakin parah dengan robohnya jembatan Sungai Tinau di kota Butwal. Jembatan itu ambruk usai aliran sungai yang meluap, mengikis fondasi jembatan.

Nepalese Army/Handout via REUTERS

Kantor prakiraan cuaca India memprediksi hujan deras terus mengguyur untuk 48 jam ke depan. Wilayah Assam yang dikenal sebagai area perkebunan teh, menjadi wilayah paling terdampak banjir di India. Otoritas India menyebut ratusan rumah terkubur longsor dan salah satu taman nasional nyaris tenggelam.

Banjir dan tanah longsor tergolong biasa melanda wilayah India dan Nepal selama musim penghujan pada Juni-September. Setiap tahunnya, jumlah korban tewas mencapai ratusan orang.

"Situasinya berubah dari buruk menjadi semakin buruk sejak Selasa (26/7) dan lebih dari 1 juta orang dievakuasi ke kamp pengungsian," terang Menteri Sumber Daya Air untuk wilayah Assam, Keshab Mahanta.

Nepalese Army/Handout via REUTERS

Sungai Brahmaputra dan anak-anak sungainya meluap, dikhawatirkan akan berdampak pada separuh dari 32 distrik yang ada di sepanjang aliran sungai. Untuk wilayah Assam, polisi dan petugas penyelamat setempat melaporkan sedikitnya 12 orang tewas tenggelam, dalam beberapa hari terakhir.

Wilayah Assam memiliki lima taman nasional, termasuk Taman Nasional Kaziranga, yang merupakan rumah bagi dua pertiga populasi badak bercula satu di dunia. "Lebih dari 80 persen taman (nasional) digenangi air," sebut pejabat kehutanan setempat, Suvasis Das.

(nvc/trw)