Kementerian Dalam Negeri Prancis menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (26/7/2016), seorang sandera saat ini dirawat di rumah sakit dan sedang "berada antara hidup dan mati". Tidak disebutkan identitas korban luka tersebut.
Belum diketahui motif aksi penyanderaan tersebut. Namun kantor kejaksaan Paris mengatakan, kasus ini telah diserahkan ke hakim-hakim antiterorisme untuk penyelidikan lebih lanjut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa ini terjadi hanya 12 hari setelah seorang pria Tunisia berumur 31 tahun menabrak kerumunan orang dengan truknya di kota Nice, Prancis. Kelompok radikal ISIS mengklaim serangan truk maut yang menewaskan 84 orang tersebut. Namun sejauh ini, otoritas Prancis belum menemukan bukti keterkaitan pelaku dengan ISIS.
(ita/ita)











































