7 Korban Tewas Penembakan Brutal di Munich Masih Remaja

7 Korban Tewas Penembakan Brutal di Munich Masih Remaja

Indah Mutiara Kami - detikNews
Minggu, 24 Jul 2016 08:28 WIB
7 Korban Tewas Penembakan Brutal di Munich Masih Remaja
Bunga dan lilin di lokasi penembakan di Munich (Foto: REUTERS/Arnd Wiegmann)
Munich - Korban tewas dalam penembakan brutal di Munich, Jerman mayoritas masih remaja. Tiga di antaranya bahkan baru berusia 14 tahun.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (24/7/2016), 7 dari 9 korban tewas berusia di bawah 20 tahun. Tiga orang berusia 14 tahun, 2 berusia 15 tahun, 1 orang di antaranya berusia 17 tahun, dan 1 lainnya berusia 19 tahun.

Dua korban tewas lainnya berusia 20 tahun dan 45 tahun. Enam di antaranya laki-laki dan 2 orang lainnya berjenis kelamin perempuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga meletakkan bunga dan lilin di lokasi penembakan di Munich (Foto: REUTERS/Arnd Wiegmann)


Menteri Luar Negeri Turki menyatakan bahwa 3 warga negara Turki termasuk di dalam 9 korban tewas saat penembakan di pusat perbelanjaan Olympia (OEZ) yang ramai orang. Dalam wawancara dengan stasiun TV lokal, Menlu Turki Mevlut Cavusoglu menyebut 3 korban itu adalah 2 orang remaja dan seorang wanita. Mereka bernama Sevda Dag, Can Leyla dan Selcuk Kilic.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Yunani juga menyebut 1 orang warganya menjadi korban dalam kejadian itu. Tiga orang korban lainnya berasal dari Kosovo, sebuah negara di tenggara Eropa.

Warga berdoa di lokasi penembakan di Munich (Foto: REUTERS/Arnd Wiegmann)


Seseorang bernama Naim Zabergja mengatakan bahwa anaknya, Dijamant tewas dalam penembakan itu. Naim pun datang ke lokasi sambil membawa foto anaknya dengan tulisan tanggal lahir.

Selain 9 korban tewas, ada lebih dari 20 orang yang terluka dalam kejadian ini. Pelaku penembakan ditemukan tewas bunuh diri usai menembak mati 9 orang lainnya. Pelaku yang berusia 18 tahun itu disebut bernama Ali Sonboly, yang memiliki ayah seorang sopir taksi. Dia tinggal di Munich, berkewarganegaraan ganda Jerman-Iran, dan disebut tidak terkait ISIS.

(imk/rna)


Berita Terkait