Seperti dilansir Reuters, Minggu (24/7/2016), Ghani juga bertekad akan mengambil tindakan. Sementara itu, pejabat tinggi PBB di Afganistan, Tadamichi Yamamoto mengutuk serangan yang menewaskan 80 orang tersebut sebagai kejahatan perang.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat John Kirby menyatakan duka yang mendalam atas kejadian ini. Kirby menawarkan bantuan seandainya Presiden Afgahnistan, Ashraf Ghani, ingin melakukan investigasi dan membawa pelaku ke jalur hukum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ISIS mengklaim ada di belakang bom bunuh diri di tengah demonstrasi kelompok minoritas Hazara di Kota Kabul ini. Pejabat National Directorate for Security yang merupakan badan intelijen Afganistan menyebut serangan ini direncanakan oleh seseorang bernama Abu Ali, seorang militan ISIS yang berbasis di Distrik Achin di Nangarhar.
Bom itu meledak di tengah demonstrasi etnis Hazara. Terakhir kali, serangan kepada mereka terjadi pada Desember 2011. Saat itu, sebanyak 55 orang terluka di Kabul saat festival Ashura. Serangan itu diklaim oleh kelompok militan Pakistan bernama Lashkar-e-Jhangvi. (imk/imk)











































