Bom di Kabul, Presiden Afghanistan Tetapkan Hari Berkabung Nasional

Bom di Kabul, Presiden Afghanistan Tetapkan Hari Berkabung Nasional

Indah Mutiara Kami - detikNews
Minggu, 24 Jul 2016 03:11 WIB
Bom di Kabul, Presiden Afghanistan Tetapkan Hari Berkabung Nasional
Foto: Dok. Reuters
Kabul - Bom bunuh diri yang meledak di tengah demonstrasi di Kabul, Afganistan memunculkan reaksi dari berbagai pihak. Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menetapkan hari berkabung nasional.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (24/7/2016), Ghani juga bertekad akan mengambil tindakan. Sementara itu, pejabat tinggi PBB di Afganistan, Tadamichi Yamamoto mengutuk serangan yang menewaskan 80 orang tersebut sebagai kejahatan perang.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat John Kirby menyatakan duka yang mendalam atas kejadian ini. Kirby menawarkan bantuan seandainya Presiden Afgahnistan, Ashraf Ghani, ingin melakukan investigasi dan membawa pelaku ke jalur hukum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami menawarkan bantuan apapun kepada Presiden Ghani jika dia membutuhkan untuk negaranya melakukan investigasi dan membawa pembunuh ke pengadilan," ujar Kirby melalui akun twitternya @statedeptspox, Sabtu (23/7).

ISIS mengklaim ada di belakang bom bunuh diri di tengah demonstrasi kelompok minoritas Hazara di Kota Kabul ini. Pejabat National Directorate for Security yang merupakan badan intelijen Afganistan menyebut serangan ini direncanakan oleh seseorang bernama Abu Ali, seorang militan ISIS yang berbasis di Distrik Achin di Nangarhar.

Bom itu meledak di tengah demonstrasi etnis Hazara. Terakhir kali, serangan kepada mereka terjadi pada Desember 2011. Saat itu, sebanyak 55 orang terluka di Kabul saat festival Ashura. Serangan itu diklaim oleh kelompok militan Pakistan bernama Lashkar-e-Jhangvi. (imk/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads