Menkominfo Rudiantara: Indonesia dan Australia itu Saling 'Terkunci'

Jelajah Australia 2016

Menkominfo Rudiantara: Indonesia dan Australia itu Saling 'Terkunci'

Nograhany Widhi K - detikNews
Jumat, 22 Jul 2016 23:40 WIB
Menkominfo Rudiantara: Indonesia dan Australia itu Saling Terkunci
Foto: Peluncuran
Jakarta - Tak ada yang bisa dilakukan dalam relasi bilateral RI-Indonesia kecuali menjaga hubungan baik. Karena kedua negara ini saling 'terkunci'. Maksudnya?

"Dua negara ini stuck each other. Maksudnya kalau Indonesia melihat ke selatan, melihat Australia, ada sih Selandia Baru, namun yang terdekat Australia. Begitu pula Australia, melihat ke utara, ada banyak negara Asia, tapi Australia selalu melihat Indonesia. Keduanya 'terkunci' satu sama lain," demikian kata Menkominfo Rudiantara.

Hal itu dikatakan Rudiantara dalam peluncuran program "Jelajah Australia 2016" di Hotel Mandarin Oriental, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (22/7/2016). Dalam acara ini hadir pula Ketua DPR Ade Komaruddin, Wakil Dubes Australia Justin Lee, Direktur Pemberitaan MNC Group Arya Sinulingga, Pemred Kompas.com Wisnu Nugroho, Pemred detikcom Arifin Asydhad serta tuan rumah Managing Director Australia Broadcasting Corporation (ABC) Michelle Guthrie dan CEO ABC International Lynley Marshall.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



"1,1 juta turis Australia ke Indonesia, kebanyakan datang ke Bali, sudah menjadi backyard (halaman belakang) Australia. Tapi, Indonesia tidak cuma Bali lho," imbuhnya.

Kerjasama Indonesia-Australia ini, imbuhnya, harus dilihat manfaatnya dalam 50-60 tahun ke depan, termasuk kerjasama media kedua negara ini.

"Dengan adanya program Window on Australia di Indonesia, saya ucapkan selamat kepada ABC International, MNC, Kompas dan detikcom," ucapnya.

Sedangkan Ketua DPR Ade Komaruddin mengaku memiliki kesan kepada Australia karena kedua putrinya bersekolah di Melbourne, Victoria, Australia.

"Saya punya banyak kisah, saya punya anak 2 bersekolah di Australia, punya satu properti di sana dan sudah saya laporkan ke KPK," tuturnya yang disambut tawa para hadirin.

Ketua DPR Ade Komaruddin, Menkominfo Rudiantara, Managing Director Michelle Guthrie dan Wakil Dubes Australia Justin Lee bergantian memukul gong meluncurkan "Jelajah Australia 2016"


"Anak saya tak punya hobi seperti anak pejabat yang lain, anak saya naik trem, anak saya lulus dari Melbourne University tahun lalu dan sekarang bekerja di OJK. Yang kedua perempuan, kuliah di Monash University ilmu politik. Saya sering ke sana (Melbourne) untuk menengok sebagai bapak yang baik, saya nikmati Melbourne, kota yang indah, damai, kota paling nyaman dibanding kota lain di dunia," kesannya akan kota Melbourne.

Sementara Wakil Dubes Australia Justin Lee mengatakan program "Jelajah Australia 2016" kerjasama Australia Plus ABC International dengan 3 media Indonesia ini sebenarnya bisa memperkuat hubungan antara dua negara, karena memperkuat hubungan antar warganya.

"Saya sangat bersyukur media-media terkenal di Indonesia bekerja sama dengan ABC Australia. Indonesia dan Australia itu bertetangga, kami punya kemauan yang sama, ingin masyarakat yang makmur. Masyarakat Australia bisa belajar dari Indonesia, dan juga masyarakat Indonesia bisa belajar dari Australia, dua arah," jelas dia.

Pernyataan yang didukung Managing Director ABC Michelle Guthrie bahwa kerjasama ini akan memperkuat saling pengertian antar warga di kedua negara.

"Di bulan ini, akan ada sekitar 200 cerita yang akan tayang di media-media mitra kami, kerjasama ini mengembangkan mutual respect dan kami ingin kerjasama yang lebih erat di masa mendatang," tuturnya.

Pemred detikcom Arifin Asydhad menambahkan program "Jelajah Australia 2016" ini membuat jurnalis detikcom, Ikhwanul Khabibi, bisa mengeksplorasi banyak sekali pembelajaran baik dari Australia. Hasilnya dituangkan dalam artikel, foto serta video yang bisa dinikmati di detikcom.

Ikhwanul Khabibi (paling kanan) menceritakan pengalamannya selama satu bulan meliput di Australia


"Pelajaran itu tertuangkan dalam berbagai macam artikel. Kami memproduksi 1.000 artikel setiap hari, dan mudah-mudahan orang Indonesia kenal Australia sebagai sahabat, partner. Ini akan memberi warna tersendiri pada berita-berita di detikcom, kami meliput berbagai macam hal, apalagi jurnalis kami mengalami bulan Ramadan di sana, dan itu pengalaman yang luar biasa," tuturnya.

Pemred detikcom Arifin Asydhad di peluncuran "Jelajah Australia 2016"


"Secarapribadidandetikcom saya berterimakasihpadaABC, mudah-mudahan kerjasama ini terus berlanjut, karena bisa mempengaruhi hubungan Indonesia-Australia baik negaradanorangperorang,"tuturnya.
"Jelajah Australia 2016" adalah program kerjasama Australia Plus ABC International bersama dengan 3 media, termasuk detikcom yang meliput segala aspek kehidupan di Australia selama 1 bulan sejak Mei-Juni 2016 lalu. Hasilnya akan ditayangkan selama satu bulan sejak Juli-Agustus 2016.

Di detikcom, Anda bisa mengikuti artikel ini dalam fokus "Jelajah Australia 2016" yang akan tayang setiap hari pada 22 Juli - 19 Juli 2016. Dan jangan lupa ikuti Hidden Quiz-nya. (nwk/nwk)


Berita Terkait