Pria Kulit Hitam Ditembak Polisi AS Saat Sedang Tenangkan Pasien Autis

Pria Kulit Hitam Ditembak Polisi AS Saat Sedang Tenangkan Pasien Autis

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 22 Jul 2016 17:52 WIB
Pria Kulit Hitam Ditembak Polisi AS Saat Sedang Tenangkan Pasien Autis
Charles Kinsey berbaring dan mengangkat tangan ke atas (Screengrab of video provided by Hilton Napoleon/Miami Herald)
Miami - Penembakan pria kulit hitam oleh polisi North Miami, Amerika Serikat (AS) memicu kritikan. Sebabnya, pria itu ditembak saat berusaha menenangkan pemuda 23 tahun yang menderita autisme.

Publik AS ramai menyerukan agar personel kepolisian AS mengkaji ulang program pelatihan dan kebijakan mereka. Polisi North Miami tetap menembak Charles Kinsey (47) meskipun dia tidak bersenjata, telah berbaring di atas aspal sambil terus mengangkat kedua tangannya ke atas.

Kinsey yang seorang pakar terapi perilaku ini ditembak polisi North Miami, pada Senin (18/7) malam. Saat itu, seperti dilansir Reuters, Jumat (22/7/0216), Kinsey tengah menenangkan salah satu pasiennya yang menderita autisme. Pasien autisme yang berusia 23 tahun itu berkeliaran di lingkungan sekitar dan Kinsey berniat membawanya kembali ke rumah penampungan, tak jauh dari lokasi penembakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak diketahui pasti apa yang terjadi, namun Kinsey dan pasiennya dianggap berbahaya oleh warga sekitar hingga ada aduan ke layanan 911 menyebut keberadaan pria bersenjata yang hendak bunuh diri. Berdasarkan laporan itu, polisi setempat mengerahkan personelnya. Setibanya di lokasi, polisi mendapati Kinsey dan pemuda 23 tahun yang dicurigai sebagai pria bersenjata yang dimaksud dalam laporan warga.

Kinsey ditembak di bagian kaki dan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Dalam keterangannya, Kinsey mengaku dirinya mematuhi seluruh instruksi polisi yang mengira dirinya pria berbahaya. Kinsey berbaring di atas aspal sambil mengangkat tangan ke atas.

Baca juga: Pria AS Ditembak Polisi Usai Angkat Tangan ke Atas dan Berbaring di Aspal

Setelah menyebut dirinya sebagai ahli terapi yang sedang bersama pasiennya, Kinsey juga meminta pasiennya yang bernama Rinaldo untuk berbaring bersamanya, demi menunjukkan ke polisi bahwa mereka tidak berbahaya. Namun pasiennya menolak dan malah duduk disampingnya.

"Benda yang dia (pasien autisme) bawa adalah truk mainan. Saya seorang ahli terapi perilaku dari rumah penampungan," terang Kinsey kepada polisi saat kejadian.

Entah apa yang terjadi, salah satu polisi melepas tembakan ke arah Kinsey dan mengenainya. American Civil Liberties Union of Florida (ACLU) menyebut insiden itu sebagai bukti bahwa polisi perlu mendapat pelatihan tambahan yang diperlukan, khususnya dalam menangani situasi melibatkan penyandang disabilitas.

"Kami bersyukur baik Kinsey maupun pasiennya masih hidup. Tapi tanpa perubahan dalam kebijakan dan peningkatan pelatihan kepolisian, kami berharap bisa melihat lebih sedikit penembakan tidak perlu dan kematian di tangan polisi," terang Direktur Eksekutif ACLU, Howard Simon.

Tanggapan juga disampaikan pemimpin Miami Achievement Center for the Developmentally Disabled, Clint Bower, yang mengelola rumah penampungan tempat Kinsey bekerja selama lebih dari setahun terakhir. "Pegawai saya menyelamatkan pria muda itu (pasien autisme)," sebutnya.

Insiden ini tengah diselidiki oleh otoritas Florida, untuk menentukan apakah polisi yang menembak Kinsey akan dijerat dakwaan pidana.

(nvc/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini