"Kita harus segera menghentikan imigrasi dari setiap negara yang berkompromi dengan terorisme hingga mekanisme pemeriksaan yang terbukti telah terlaksana," tutur Trump dalam pidatonya di Konvensi Nasional Republik di Cleveland, Ohio pada Kamis, 21 Juli waktu setempat.
"Kita tidak menginginkan mereka di negara kita," imbuh Trump yang disambut sorak-sorai dan aplaus dari para hadirin seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (22/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan membangun sebuah tembok raksasa untuk menghentikan imigrasi ilegal, untuk menghentikan geng-geng dan kekerasan, serta menghentikan narkoba mengalir masuk ke komunitas kita," imbuh miliarder AS itu dalam pidato untuk menerima nominasi partai sebagai capres AS.
Menurut Trump, sekitar 180 ribu imigran ilegal dengan catatan kejahatan "berkeliaran bebas malam ini untuk mengancam warga negara yang damai."
Dicetuskannya, para imigran ilegal tersebut telah mengambil pekerjaan dari warga negara AS, dan dalam beberapa kasus, telah melakukan kejahatan-kejahatan. Trump pun menuding Presiden AS Barack Obama memicu ketegangan rasional, bukannya meredakannya.
Pemenang pemilihan presiden (pilpres) AS yang akan digelar November tahun ini, akan mulai menjabat pada 20 Januari 2017 mendatang. Dalam pilpres, Trump akan bertarung melawan capres dari partai Demokrat, Hillary Clinton.
(ita/ita)










































