Dilansir dari AFP, Jumat (22/7/2016), wartawan itu bernama Pedro Tamayo Rosas. Pria 45 tahun ini bekerja untuk media El Pinero de la Cuenca dan Al Calor Politico.
Tamayo adalah wartawan yang mengangkat isu pemukulan polisi untuk dua media daring harian di negara bagian Veracruz. Jaksa di Veracruz mengatakan Tamayo tewas dibunuh di Tierra Blanca pada Rabu (20/7) kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas setempat menyatakan, "Tak mengesampingkan investigasi termasuk terkait kerja jurnalistiknya" sebagai motif. Kawasan ini memang sarat aksi kriminal, sampai saat ini 19 wartawan telah tewas terbunuh sejak 2010.
Meksiko adalah negara yang berbahaya bagi wartawan. Berdasarkan kelompok pers internasional Reporters Without Borders, lebih dari 90 pekerja media terbunuh dan 17 lainnya hilang sejak 2000 di negara itu.
(dnu/dnu)











































