"Saya mengusulkan rakyat mendorong untuk referendum soal kepemimpinan Perdana Menteri," cetus Mahathir kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (21/7/2016).
Mahathir juga mengimbau warga Malaysia untuk melakukan aksi demo damai guna menuntut pengunduran diri PM Najib.
Secara terpisah, pemimpin partai oposisi Malaysia, Wan Azizah Wan Ismail juga menyerukan PM Najib untuk mundur setelah jaksa AS menyatakan akan mengajukan gugatan hukum pekan ini, untuk menyita aset-aset senilai US$ 1 miliar terkait 1MDB. Gugatan hukum yang diajukan Departemen Kehakiman di Los Angeles itu menduga "ada konspirasi internasional untuk mencuci dana yang disalahgunakan" tersebut.
Wan Azizah yang menjabat ketua Partai Keadilan Rakyat (PKR) mengatakan, pemerintah Malaysia harus mendorong adanya komisi independen untuk menyelidiki skandal 1MDB.
Para jaksa federal AS menduga, aset-aset terkait 1MDB telah digelapkan untuk ditransfer masuk ke AS melalui perusahaan semu. Dalam pernyataannya, Rabu (20/7), jaksa federal AS menyebut lebih dari US$ 3,5 miliar (Rp 45 triliun) dialirkan keluar dari 1MDB yang didirikan PM Najib tahun 2009, tak lama setelah dia menjabat.
Seperti dilansir Reuters, Kamis (21/7/2016), gugatan hukum di AS itu tidak menyebut langsung nama PM Najib, tapi menyebut 'Malaysian Official 1' yang digambarkan sebagai pejabat pemerintahan level tinggi, yang menerima sejumlah dana yang digelapkan tersebut, termasuk dana US$ 681 juta pada Maret 2013. Secara terpisah, seorang sumber yang memahami penyelidikan ini, mengkonfirmasi bahwa 'Malaysian Official 1' adalah PM Najib.
(ita/ita)











































