Menurut data dari Kementerian Urusan Sipil seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (21/7/2016), setidaknya 24 orang di provinsi Hebei, yang mengitari Beijing, Shanxi, Henan dan Shaanxi telah dipastikan tewas akibat hujan lebat yang memicu banjir. Hujan deras tersebut terus mengguyur wilayah itu sejak Senin, 18 Juli lalu.
Hebei merupakan wilayah yang paling parah diterjang hujan deras ini, dengan 14 orang hilang dan 72 orang hilang. Disebutkan kementerian, sekitar 123 ribu orang telah dievakuasi di 11 kota di Hebei, dan lebih dari 7 ribu rumah telah hancur. Selain, itu, saluran komunikasi, listrik juga terkena dampaknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hujan deras itu juga memicu pembatalan lebih dari 200 penerbangan di bandara internasional Beijing. Foto-foto dari media sosial setempat menunjukkan beberapa ruas jalanan di kota Beijing dilanda banjir, dengan beberapa mobil memaksakan diri melintasi genangan air.
Otoritas layanan kereta api setempat juga mengumumkan dampak pada layanan kereta cepat di Beijing, yang beberapa di antaranya mengalami penundaan akibat cuaca buruk.
Wilayah China Utara biasanya kering namun banjir kerap terjadi saat musim hujan di musim panas. Sebelumnya saat musim panas pada tahun 2012, Beijing dilanda hujan lebat yang menewaskan sekitar 80 orang. Hujan tersebut merupakan yang terparah di ibukota China itu selama lebih dari 60 tahun.
(ita/ita)











































