Hal ini meruntuhkan seruan persatuan partai yang terus digaungkan sejak awal konvensi partai pada awal pekan ini. Konvensi partai digelar di Quicken Loans Arena, Cleveland, selama 4 hari, hingga Kamis (21/6) waktu setempat.
Seperti dilansir Reuters, Kamis (21/7/2016), pada hari ketiga konvensi atau pada Rabu (20/7) waktu AS, Cruz yang tampil di hadapan delegate Partai Republik enggan mendukung Trump, setelah menyampaikan berbagai pernyataan sengit dan hanya menyebut nama Trump sekali dalam pidatonya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat berpidato, Cruz memancing olokan dan memicu teriakan berulang 'Kami ingin Trump' dari para pendukung Trump. "Saya ingin menyelamati Donald Trump untuk memenangkan pencapresan semalam," ucap Cruz memulai pidatonya.
"Tolong, jangan tinggal di rumah pada November nanti. Berdiri dan bersuaralah, dan memilihlah sesuai hati nurani Anda, memilihlah untuk kandidat yang Anda percayai bisa mempertahankan kebebasan Anda dan setia pada Konsitusi (AS)," tegas Cruz.
Para kritikus memandang pernyataan 'memilihlah sesuai hati nurani' itu sama seperti jangan memilih Trump, yang banyak digunakan kelompok anti-Trump. "'Memilihlah sesuai hati nurani' digunakan untuk mendukung gerakan Never Trump. Untuk Cruz membawa pesan itu ke dalam gedung digelarnya #RNC merupakan kesalahan besar," kicau pakar strategi Partai Republik, Eric Fehrnstrom, yang tidak berafiliasi dengan tim kampanye siapapun.
"Dibutuhkan 30 menit untuk menenangkan diri dan berhenti gemetar karena kemarahan. Saya tidak tahu mengapa Cruz melakukan ini. Ini membuat saya heran ," tutur delegate dari negara bagian California, Erik Layton, yang sempat berteriak 'Go home' pada Cruz.
Baca juga: Secret Service Selidiki Penasihat Trump yang Serukan Penembakan Hillary
Dampak dari pidato itu, istri Cruz, Heidi, terpaksa diamankan dari gedung konvensi karena alasan keamanan. Delegate Partai Republik yang anti-Trump, Ken Cuccinelli menuturkan kepada Reuters, dirinya yang membawa istri Cruz keluar dari gedung konvensi. "Ketika pidatonya (Cruz) berakhir, ada kerumunan massa kasar di belakang kami," tuturnya.
"Wow, Ted Cruz dicemooh di atas panggung, tidak menghargai janji! Saya melihat pidatonya selama 2 jam awal tapi membiarkannya bicara apapun. Bukan masalah besar," tulis Trump via akun Twitter-nya, usai Cruz berpidato.
(nvc/ita)










































