Wanita-wanita yang ikut dalam aksi protes ini masing-masing memegang kaca, menutupi bagian vitalnya. Mereka berkumpul di Cleveland yang merupakan lokasi digelarnya Konvensi Nasional Partai Republik (RNC) sejak Senin (18/7) waktu AS. Dalam konvensi itu, pencapresan Trump akan diresmikan partai.
"Dia seorang pengecut," sebut fotografer bernama Spencer Tunick, yang mencetuskan aksi protes ini, kepada AFP, Senin (18/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tunick menyebut aksi ini sebagai instalasi yang memadukan seni dengan politik. Sedikitnya 130 wanita ikut serta dalam aksi yang digelar di sebuah properti privat di Cleveland, yang tidak jauh dari arena digelarnya konvensi. Foto wanita-wanita ini akan ditampilkan ke publik sesaat sebelum pemilihan presiden 8 November mendatang digelar.
Disebutkan Tunick, pemilik properti ini telah memberi izin. Sedangkan Tunick menyatakan, meskipun aksi telanjang di publik ilegal di Cleveland, dia meyakini polisi tidak akan bisa menghentikan aksi ini. Berjudul 'Everything She Says Means Everything', aksi ini menampilkan wanita dalam berbagai bentuk, warna dan ukuran, yang memegang kaca ke arah arena digelarnya konvensi Partai Republik. Kaca disebut merefleksikan pengetahuan dan kebijakan wanita.
Aksi ini terkait dengan berbagai komentar kontroversial dan kasar Trump terhadap wanita juga soal isu lainnya. "Saya punya dua anak perempuan dan seorang istri. Saya tidak percaya bahasa dan retorika kebencian terhadap wanita dan minoritas muncul dari Partai Republik," ucapnya.
Baca juga: Hillary Clinton vs Donald Trump, Siapa Unggul?
Tunick menyebut dirinya merasa terpanggil untuk melakukan sesuai demi menangkal pola pikir Trump yang disebutnya 'pola pikir idiot'.
Wanita-wanita yang ikut dalam aksi Tunick ini secara sukarela mendaftarkan diri. Salah satunya MaPo Kinnord (55) yang seorang profesor seni dan juga seniman. Kinnord menyatakan, dirinya tidak akan pernah memilih Trump dalam pilpres.
Sedangkan Morning Robhinson (18) yang ikut aksi ini dengan ibundanya karena ingin melakukan hal berbeda. "Republik memiliki pandangan seperti ini soal bagaimana wanita harus bersikap di masyarakat dan saya tidak setuju. Saya tidak tahu tepatnya, tapi saya tahu pandangan mereka tidak cocok dengan saya," ucapnya. (nvc/nwk)











































