Dilansir dari AFP, Sabtu (16/7/2016), Erdogan ternyata berada di kawasan pesisir Aegean, yakni di sebelah Barat. Sebelumnya detikcom sempat menulis Erdogan berada di Mongolia.
Erdogan mengatakan hotel tempatnya menginap di Aegean telah dibom begitu dia beranjak ke Istanbul. Setibanya di Bandara Internasional Ataturk Istanbul, dia disambut ribuan pendukungnya.
Secara umum, Erdogan menyatakan aksi kudeta itu adalah aksi pemberontakan. Mereka yang melakukan makar harus membayar mahal.
"Apa yang sedang dilakukan adalah pengkhianatan dan pemberontakan. Mereka akan membayar harga yang berat untuk tindakan pengkhianatan," kata Erdogan beberapa saat setelah tiba di Bandara. (dnu/dnu)











































