Sumber kepolisian setempat, seperti dilansir AFP, Jumat (15/7/2016), menyebut dokumen identitas milik seorang warga Prancis-Tunisia berusia 31 tahun, ditemukan di dalam truk besar berwarna putih itu. Dokumen itu mengindikasikan pengemudi truk sebagai warga yang tinggal di Nice.
Secara terpisah, seperti dilansir media Inggris, The Telegraph, Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve menolak mengomentari informasi itu. Cazeneuve tidak membenarkan maupun menyangkal informasi itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Pengemudi Truk di Nice Keluarkan Senjata dan Lepas Tembakan Sebelum Tewas
Pengemudi truk itu tewas di tangan polisi usai melaju sejauh 2 kilometer sambil menabrak orang-orang yang ada di hadapannya. Insiden terjadi pada Kamis (14/7) malam, sekitar pukul 23.00 waktu setempat, saat ratusan orang berkumpul di beachfront setempat bernama Promenade des Anglais.
Area yang terletak di tepi pantai itu tengah menggelar pertunjukan kembang api memperingati Bastille Day yang jatuh setiap tanggal 14 Juli. Orang-orang yang berkerumun tak menyadari kedatangan truk besar yang langsung menabrak mereka. Nice merupakan kota tepi pantai yang terletak di Prancis bagian tenggara dan berjarak sekitar 932 kilometer dari ibu kota Paris.
Saksi mata menyebut, orang-orang ditabrak bagaikan pin boling dan kepanikan luar biasa terjadi saat orang-orang berlarian menjauhi truk tersebut. Sejauh ini korban tewas mencapai 80 orang, dengan 18 orang di antaranya dalam kondisi kritis. Presiden Francois Hollande menyatakan insiden ini sebagai serangan teror dan memperpanjang masa darurat di seluruh wilayah Prancis hingga 3 bulan ke depan.
Baca juga: Warga Panik dan Puing Beterbangan Saat Truk Tabrak Kerumunan Orang di Nice
(nvc/nrl)










































