"Pada saat pengemudi truk ditembak mati polisi, dia sempat melepas tembakan beberapa kali," terang pejabat setempat atau yang disebut sebagai presiden wilayah Nice, Christian Estrosi, seperti dilansir AFP, Jumat (15/7/2016).
Sumber yang memahami penyelidikan insiden ini menyatakan, ada sebuah granat yang tidak aktif ditemukan di dalam truk besar berwarna putih itu. Sejumlah senjata api juga ditemukan di dalam truk. "Beberapa senapan itu palsu," imbuhnya.
Baca juga: Warga Panik dan Puing Beterbangan Saat Truk Tabrak Kerumunan Orang di Nice
Secara terpisah, seorang saksi mata bernama Nader menuturkan kepada televisi lokal BFM-TV, bahwa dirinya menyaksikan serangan teror itu dari awal hingga akhir. Nader awalnya mengira pengemudi truk itu kehilangan kendali atas kendaraannya.
"Saya ada di jalanan. Pengemudi itu berhenti di depan saya setelah dia menabrak banyak orang. Saya melihat ada satu orang di jalan, kami berusaha berbicara dengan pengemudi itu untuk memintanya berhenti," terang Nader.
"Pengemudi itu terlihat gugup. Ada seorang gadis di bawah truknya, pengemudi itu melindasnya. Pria di sebelah saya menarik gadis itu keluar," tuturnya dalam bahasa Inggris terbata-bata.
Baca juga: Presiden Prancis Tegas Nyatakan Insiden Truk di Nice sebagai Serangan Teroris
Nader kemudian mengaku dirinya melihat pengemudi truk itu mengeluarkan senjata api dan mulai menembaki polisi. "Polisi membunuhnya dan kepalanya menjulur keluar dari jendela," sebutnya.
Kaca bagian depan truk berukuran besar itu dipenuhi lubang bekas peluru. Polisi terus menembaki truk itu untuk menghentikannya menabraki orang-orang, namun sang pengemudi terus melaju. Bahkan dituturkan seorang wartawan AFP yang ada di lokasi, Robert Holloway, truk terus melaju sejauh 2 kilometer dan menerjang orang-orang yang berkumpul di trotoar dan pinggir pantai Nice. Nice adalah kota di sebelah tenggara Prancis yang berjarak 932 km dari Paris.
(nvc/nrl)











































