"Prancis benar-benar terpukul, kita harus melakukan apa pun apa yang bisa kita lawan," kata Hollande seperti dikutip dari BBC, Jumat (15/7/2016).
Prancis sebenarnya masih dalam masa darurat hingga 26 Juli 2016, usai berbagai serangan teror sebelumnya. Dengan adanya teror ini, masa darurat ditambah hingga 3 bulan ke depan.
"Seluruh Prancis berada di bawah ancaman teroris," imbuh Hollande.
Tragedi itu terjadi di saat warga Nice -- kota yang berjarak 932 km dari Paris -- tengah memperingati hari kemerdekaan Prancis atau biasa disebut Bastille Day.
Sebelumnya serangan di Prancis terjadi pada 13 November 2015. Sebanyak 130 orang tewas dalam peristiwa penembakan dan bom bunuh diri tersebut. Serangan itu disebut Hollande sebagai pernyataan perang dari ISIS. (bag/nvc)











































