Polisi yang Tewas Akibat Penembakan Sniper di Dallas Bertambah Jadi 5 Orang

Polisi yang Tewas Akibat Penembakan Sniper di Dallas Bertambah Jadi 5 Orang

Herianto Batubara - detikNews
Jumat, 08 Jul 2016 22:13 WIB
Polisi yang Tewas Akibat Penembakan Sniper di Dallas Bertambah Jadi 5 Orang
Foto: Polisi baku tembak dengan tersangka (REUTERS)
Dallas - Polisi yang tewas akibat korban penembakan di Dallas, Amerika Serikat (AS) pada Kamis (7/7) malam, bertambah menjadi 5 orang. Serangan ini dipicu aksi unjuk rasa massal akibat pembunuhan dua pria kulit hitam di Minnesota dan Louisiana oleh polisi.

Dilansir Reuters, Jumat (8/7/2016), setidaknya diketahui satu orang penembak jitu melakukan serangan dari atas atap gedung di Dallas. Selain lima polisi yang tewas, enam polisi lainnya luka-luka dan beberapa di antaranya kritis.

Aksi penembakan ini terjadi pada Kamis (7/7) malam. Saat itu, ratusan orang sedang berdemontrasi di Belo Garden Park di Dallas memprotes aksi polisi yang menembak warga kulit hitam di Minnesota dan Louisiana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dugaan sementara, ada dua sniper yang menghujani polisi dengan tembakan. Kepala Kepolisian Dallas David Brown menyebut serangan terhadap aparat ini diduga kuat sudah direncanakan. Pelaku disebut berusaha menghabisi sebanyak mungkin polisi.

Rekaman video memperlihatkan, saat kejadian banyak polisi berlarian dan beberapa berlindung di belakang mobil di jalan dan membalas serangan. Belum diketahui siapa pelaku penembakan brutal ini dan apa motifnya. Sebuah regu SWAT diterjunkan untuk membekuk para pelaku.

Protes terhadap polisi AS mengemuka sehari hari setelah kematian dua warga kulit hitam, Philando Castile di Minnesota dan Alton Sterling di Louisiana.

Pada Rabu (06/07), Philando Castile, tampak ditembak polisi dan kemudian darah keluar dari tubuhnya. Kekasih Castile merekam kejadian ketika polisi tetap mengarahkan senjata dan menyiarkannya langsung di internet. Di dalam mobil juga terdapat seorang anak yang menyaksikan peristiwa itu.

Sedangkan sehari sebelumnya, Alton Sterling, ditembak mati oleh polisi di Baton Rouge, Negara Bagian Louisiana.

Presiden Obama saat ini sedang berada di Warsawa, Polandia, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi NATO. Pihak Gedung Putih sudah memberitahukan peristiwa ini kepada Obama. Sebelumnya Obama sendiri telah menyerukan reformasi di Kepolisian AS terkait penembakan polisi terhadap dua warga kulit hitam tersebut. (hri/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini