"Saya hadir dalam perjuangan ini karena saya ingin kita menjadi bangsa yang mandiri, bukan untuk menjadi politikus karir," kata Farage seperti dikutip dari CNN, Selasa (5/7/2016).
Ini bukan kali pertama Nigel menyatakan ingin mundur dari jabatannya. Pada 2015 dia menyatakan ingin mundur, tetapi anggota partai memintanya untuk mengurungkan niat tersebut.
"Selama kampanye referendum, saya bilang saya ingin negara saya kembali. Kini saya ingin kehidupan saya kembali," ujar Farage.
Dia juga menyebut bahwa UKIP berada dalam posisi yang baik setelah referendum dilakukan. Sehingga merasa ambisinya terlunasi. (bag/fjp)











































