"Kami menemukan 20 jasad," tutur juru bicara militer Brigadir Jenderal Nayeem Ashfaq Chowdhury kepada para wartawan di Dhaka usai operasi penyerbuan.
"Kebanyakan dari mereka dibunuh tanpa ampun dengan senjata tajam semalam (sebelum penyerbuan)," imbuhnya seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (2/7/2016). Tidak disebutkan identitas maupun kewarganegaraan para korban tewas tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tiga orang dari mereka yang selamat itu adalah warga asing, termasuk seorang warga Jepang dan dua warga Sri Lanka," tutur Chowdhury.
Kelompok radikal ISIS telah mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan ke kafe mewah Holey Artisan di distrik Dhaka, Gulshan pada Jumat, 1 Juli sekitar pukul 21.00 waktu setempat itu. Kafe tersebut populer di kalangan ekspatriat.
Perdana Menteri (PM) Bangladesh Sheikh Hasina menyatakan, enam pelaku penyerangan telah tewas dalam baku tembak dengan pasukan komando Bangladesh, yang menyerbu kafe tersebut untuk membebaskan para sandera. Seorang pelaku lainnya berhasil ditangkap hidup-hidup dalam operasi penyerbuan tersebut. Dua polisi Bangladesh juga tewas dalam baku tembak yang terjadi di awal penyerangan para pria bersenjata itu.
Atas insiden ini, PM Hasina menyampaikan tekad pemerintahnya untuk membasmi terorisme dan militansi dari Bangladesh.
"Itu tindakan yang sangat keji. Muslim macam apa orang-orang ini? Mereka tidak punya agama," cetusnya dalam pidatonya yang disiarkan televisi nasional seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (2/7/2016).
"Masyarakat harus melawan para teroris ini. Pemerintahan saya bertekad untuk membasmi terorisme dan militansi dari Bangladesh," tegasnya.
(ita/ita)











































