Insiden Peluncuran Rudal Taiwan Bertepatan dengan HUT Partai Komunis China

Insiden Peluncuran Rudal Taiwan Bertepatan dengan HUT Partai Komunis China

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 01 Jul 2016 17:27 WIB
Insiden Peluncuran Rudal Taiwan Bertepatan dengan HUT Partai Komunis China
Rudal buatan Taiwan Hsiung-feng III (Reuters)
Taipei - Insiden kapal perang Taiwan salah meluncurkan rudal supersonik ke arah China, menuai spekulasi politik. Sebabnya, insiden ini terjadi bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-95 Partai Komunis yang berkuasa di China.

Otoritas Taiwan dalam pernyataannya, menyebut rudal buatan dalam negeri bernama Hsiung-feng III itu tidak meledak, namun menghantam kapal nelayan dan menewaskan satu nelayan Taiwan serta melukai tiga nelayan lainnya.

Baca juga: Ups...! Kapal Perang Taiwan Tak Sengaja Luncurkan Rudal ke China

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dituturkan Kepala Staf Angkatan Laut Taiwan, Mei Chia-shu, rudal jenis kapal-ke-udara itu salah diluncurkan dari kapal patroli milik Angkatan Laut Taiwan, saat digelar pra-inspeksi di perairan Taiwan bagian selatan menjelang dilakukannya latihan militer. Sedangkan soal spekulasi insiden ini bermotif politik, otoritas Taiwan menyatakan bantahannya.

"Bahwa insiden ini dimotivasi secara politis, atau insiden ini sengaja untuk memicu krisis di tengah situasi saat ini, bukan itu kasusnya," tegas juru bicara Kementerian Pertahanan Taiwan, Chen Chung-chi kepada wartawan, seperti dilansir Reuters, Jumat (1/7/2016).

Penyelidikan awal mengindikasikan rudal itu tidak meledak, tapi langsung jatuh ke laut.

Baca juga: Taiwan Tak Sengaja Luncurkan Rudal, 1 Orang Tewas dan 3 Lainnya Luka

Partai Komunis China berdiri pada 1 Juli 1921 silam. Dalam perayaan ulang tahun partai penguasa China tersebut, Presiden China Xi Jinping mengingatkan untuk tidak mengambil langkah-langkah untuk mewujudkan kemerdekaan Taiwan.

Otoritas China mengklaim kedaulatan atas Taiwan sejak tahun 1949, saat pasukan Mao Zedong memenangkan perang sipil China dan tokoh nasionalis Chiang Kai-shek kabur ke Taiwan. China pun bersumpah akan mengembalikan Taiwan di bawah kepemimpinannya, meski dengan kekuatan militer jika diperlukan.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Taiwan menyatakan pihaknya belum mendeteksi adanya pergerakan tidak wajar oleh militer China usai insiden ini.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads