Seperti dilansir Reuters, Rabu (29/6/2016), Menteri Kehakiman Turki Bekir Bozdag menyebut sedikitnya 147 orang terluka dalam insiden yang terjadi Selasa (28/6) malam itu. Tiga ledakan bom bunuh diri terjadi di dalam terminal keberangkatan internasional yang ramai orang.
Baca juga: Sebelum Meledakkan Bom di Bandara Istanbul, 3 Pelaku Menembak Membabi-buta
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan bom ini memicu penundaan seluruh penerbangan di bandara Ataturk, yang merupakan salah satu bandara tersibuk di daratan Eropa. Presiden Recep Tayyip Erdogan menyerukan perang bersama secara internasional untuk melawan teror.
"Serangan, yang terjadi saat bulan suci Ramadan ini, menunjukkan bahwa terorisme menyerang tanpa mempertimbangkan keyakinan dan norma. Bom yang meledakkan di Istanbul, bisa saja terjadi di bandara mana saja di dunia," tegas Erdogan.
Baca juga: Bom Bunuh Diri di Bandara Istanbul, Saksi Mata Sebut Situasi Sangat Mengerikan
Ataturk merupakan bandara terbesar di Turki dan juga pusat transportasi bagi warga asing. Berbagai gambar di media sosial menunjukkan para korban luka tergeletak di lantai, baik di dalam maupun di luar gedung terminal.
Perdana Menteri Turki Binali Yildrim menuding Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) bertanggung jawab atas serangan teror ini. Serangan ini dianggap mirip dengan ledakan bom bunuh diri yang didalangi militan ISIS di bandara Brussels, Belgia pada Maret lalu, yang menewaskan 16 orang. Pada saat yang hampir bersamaan, serangan teror terkoordinir juga melanda salah satu kereta bawah tanah Brussels dan menewaskan 16 orang lainnya.
(nvc/ita)











































