Tembak Mati 2 Putrinya, Wanita AS Ditembak Polisi Hingga Tewas

Tembak Mati 2 Putrinya, Wanita AS Ditembak Polisi Hingga Tewas

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 27 Jun 2016 16:40 WIB
Tembak Mati 2 Putrinya, Wanita AS Ditembak Polisi Hingga Tewas
Ilustrasi (REUTERS/Mike Segar)
Texas - Insiden penembakan kembali terjadi di Amerika Serikat (AS). Kali ini, seorang wanita di Texas menembak mati kedua anak perempuanya, sebelum wanita itu ditembak polisi.

Disampaikan kantor Kepolisian Fort Bend County dalam pernyataannya, seperti dilansir CNN, Senin (27/6/2016), Christy Sheats (42) menembak kedua anaknya, Taylor (22) dan Madison (17), pada Jumat (24/6) lalu di wilayah Fulshear, Houston bagian barat. Sheats akhirnya ditembak mati polisi yang menyergapnya usai melakukan tindakan brutal ini.

Polisi setempat mendatangi kediaman Sheats setelah mendapat laporan warga melalui layanan darurat 911. Salah satu personel kepolisian Fulshear melepas tembakan ke arah Sheats, setelah dia menolak untuk menjatuhkan senjata api yang dipegangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Penikaman Massal Terjadi di California, 10 Orang Terluka

Kedua putri Sheats ditemukan polisi tergeletak di pinggir jalanan dengan beberapa luka tembakan di tubuh mereka. Taylor dinyatakan tewas seketika di lokasi kejadian, sedangkan Madison meninggal dunia usai dilarikan ke rumah sakit setempat.

Polisi menyebut, insiden ini berawal dari kediaman keluarga ini sebelum beralih ke luar rumah, ke jalanan. Namun penyebabnya belum diketahui. Motif penembakan ini masih dalam penyelidikan kepolisian setempat.

Media lokal KTRK yang juga afiliasi CNN melaporkan, seorang pria yang disebut sebagai suami Sheats, Jason, dilarikan ke rumah sakit oleh petugas medis. Namun tidak disebut lebih lanjut kondisi Jason.

Baca juga: Kebakaran Hutan di California Tewaskan 2 Orang, Hanguskan 100 Rumah

Sherif Fort Bend County, Troy Nehls, menyebut anak buahnya pernah mengunjungi kediaman keluarga Sheats sebelum penembakan ini terjadi. Tapi Nehls enggan memberikan penjelasan rinci soal kunjungan tersebut.

"Akan terlalu dini untuk memperkirakan motif, soal mengapa hal semacam ini terjadi. Hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah berdoa untuk sang ayah agar dia bisa melalui ini," tandasnya.

(nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads