"Kami menyerang hotel yang sering dikunjungi anggota pemerintahan yang murtad," ujar juru bicara operasi militer al Shabaab, Sheikh Abdiasis Abu Musab kepada Reuters, Minggu (26/6/2016). Abu Musab mengklaim kelompoknya telah menewaskan 20 orang petugas keamanan termasuk warga sipil.
Sedangkan polisi setempat menyebut ada 15 orang tewas yang terdiri dari petugas keamanan, warga sipil termasuk dari kelompok penyerang. Penyerangan pada Sabtu (25/6) diawali dengan ledakan bom bunuh diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Operasi sudah berakhir, namun kami tetap melakukan penyisiran ke dalam gedung untuk memastikan ada tidaknya anggota militan yang bersembunyi," ujar anggota polisi, Ali Mohamed.
Peristiwa ini mendapat perhatian dari pemerintah AS. Pejabat Departemen Luar Negeri dalam pernyataannya mengutuk terjadinya penyerangan brutal. "Kami sangat mengutuk serangan ini," katanya.
"Kami tetap berkomitmen untuk keamanan dan stabilitas Somalia dan bangga dapat berdampingan dengan Somalia dalam perang melawan terorisme," imbuh pejabat AS. (fdn/fdn)











































