Sakit, 2 Pekerja AS Dievakuasi dalam Misi Langka di Kutub Selatan

Sakit, 2 Pekerja AS Dievakuasi dalam Misi Langka di Kutub Selatan

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 23 Jun 2016 18:32 WIB
Sakit, 2 Pekerja AS Dievakuasi dalam Misi Langka di Kutub Selatan
Pesawat Twin Otter saat melakukan evakuasi di Kutub Selatan (AFP Photo/Robert Schwarz)
Antartika - Misi penyelamatan langka dan penuh risiko dilakukan di wilayah terpencil Antartika yang tengah dilanda musim dingin. Dua pekerja pada pusat penelitian Amerika Serikat (AS) sakit keras dan harus dievakuasi.

Kedua pekerja yang dievakuasi itu bekerja pada pusat penelitian Amundsen-Scott yang terletak di lokasi berjarak 250 meter dari lokasi geografis Kutub Selatan. Pesawat jenis turboprop Twin Otter yang khusus didesain untuk menghadapi cuaca dingin ekstrem, harus terbang di kegelapan dan cuaca sangat dingin demi menjemput kedua pekerja yang sakit itu.

Disampaikan juru bicara Yayasan Ilmu Pengetahuan Nasional AS (NSF), Peter West, kepada AFP, Kamis (23/6/2016), pesawat itu berhasil mendarat di Kutub Selatan pada Rabu (22/6) sekitar pukul 21.40 waktu setempat. Awak pesawat dan tim medis menempuh penerbangan 10 jam dari pusat penelitian Rothera milik British Antarctic Survey ke Kutub Utara, yang berjarak 2.200 kilometer di tengah benua Antartika yang dilanda musim dingin sepanjang hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

NSF yang merupakan lembaga penelitian AS yang mengelola Amundsen-Scott, merencanakan misi penyelamatan ini sejak pekan lalu. Tidak disebut lebih lanjut penyakit maupun kondisi kedua pekerja itu. NSF hanya menyebut keduanya tidak bisa menjalani perawatan medis di Kutub Selatan.

"Situasinya sungguh darurat," sebut West singkat.

Begitu mendarat di Kutub Selatan, pesawat langsung mengevakuasi kedua pekerja dan membawanya kembali ke pangkalan penelitian Inggris di ujung Benua Antartika. Beberapa jam kemudian, sebuah pesawat Twin Otter lainnya menerbangkan keduanya ke Puntas Arenas, kota paling selatan di Chile.

Di Chile, lanjut West, keduanya akan menjalani perawatan medis lebih lanjut. Identitas kedua pegawai yang sakit itu tidak dirilis ke publik, hanya disebut mereka pegawai perusahaan AS Lockheed Martin yang fokus pada logistik pangkalan militer.

Amundsen-Scott merupakan rumah bagi 48 orang -- 39 pria dan 9 wanita -- yang bekerja di lokasi itu meskipun musim dingin melanda, antara Februari hingga Oktober. Dengan lokasi di dekat titik paling selatan bumi, para pekerja harus bertahan di tengah kegelapan dan suhu yang sangat rendah, contohnya pada Selasa (21/6) suhu udara di lokasi itu mencapai minus 60 derajat Celcius.

Misi penyelamatan semacam ini tergolong langka di Kutub Selatan. Terhitung hanya tiga kali pernah dilakukan sepanjang musim dingin. Tahun 2001 lalu, satu-satunya dokter di Amundsen-Scott menderita penyakit pankreas yang mengancam nyawanya dan membutuhkan evakuasi segera. Misi penyelamatan kedua juga dilakukan pada tahun yang sama.

Kemudian tahun 1999 lalu, seorang dokter AS Jerry Nielsen, yang menderita kanker payudara terpaksa merawat dirinya sendiri karena misi evakuasi sangat berisiko dengan kondisi cuaca ekstrem. Akhirnya, Nielsen dievakuasi dari Kutub Selatan dengan sukses, karena misi dilakukan saat musim semi.

(nvc/nrl)


Berita Terkait