Kekasih Sebut Istri Omar Mateen Tahu Soal Pertemuan dengan Para Gay

Kekasih Sebut Istri Omar Mateen Tahu Soal Pertemuan dengan Para Gay

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 23 Jun 2016 15:33 WIB
Kekasih Sebut Istri Omar Mateen Tahu Soal Pertemuan dengan Para Gay
Foto: Omar Mateen (twitter)
Florida, - Seorang pria yang mengklaim sebagai kekasih gay Omar Mateen, angkat bicara. Pria Hispanik itu berbicara kepada media setelah dirinya diwawancarai Biro Investigasi Federal Amerika Serikat, FBI.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi Univision seperti dilansir media Inggris, The Sun, Kamis (23/6/2016) pria yang hanya disebut sebagai Miguel itu mengatakan, dirinya telah bertemu dengan Mateen sekitar 20 kali. Menurut Miguel, awalnya pelaku penembakan massal di kelab gay di Orlando itu, tidak bercerita kepadanya bahwa dia memiliki istri dan seorang anak.

Miguel baru tahu soal itu setelah dia mencoba berfoto selfie dengan Mateen saat sedang berduaan di atas ranjang. Saat akan difoto, Mateen marah kepada Miguel. Namun kemudian Mateen meminta maaf karena telah memarahi kekasih gaynya itu. Setelah itu, Mateen pun bercerita mengenai istri dan anaknya. Bahkan kepada Miguel, Mateen mengatakan bahwa istrinya tahu mengenai pertemuan-pertemuannya dengan para gay.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Miguel, penembakan di kelab gay Pulse di Orlando, Florida adalah aksi pembalasan setelah Mateen mengetahui dirinya telah berhubungan seks dengan seorang pria penderita HIV keturunan Puerto Rico.

Kepada Univision, Miguel menyampaikan alasan dirinya berbicara kepada media. "Hal yang membuat saya ingin mengatakan yang sebenarnya adalah bahwa dia (Mateen) tidak melakukan itu untuk terorisme," tutur pria Hispanik itu. "Menurut pendapat saya, dia melakukan itu untuk pembalasan," imbuh Miguel.

Menurut Miguel, Mateen merasa ditolak dan diasingkan oleh komunitas gay Hispanik. Padahal Mateen sangat menyukai pria-pria Amerika Latin karena tertarik dengan warna kulit mereka, namun Mateen merasa dirinya hanya dimanfaatkan oleh mereka.

"Dia membenci kaum gay Puerto Rico atas semua hal buruk yang mereka lakukan," tutur Miguel. "Pulse adalah tempat di mana dia merasa dimanfaatkan, ditolak," imbuh Miguel.

"Dia merasakan kemarahan, banyak kemarahan terhadap orang-orang Puerto Rico," katanya.

Dalam wawancara dengan Univision, Miguel tampil mengenakan topeng prostetik dan suaranya diubah.

Mateen melepas tembakan secara membabi-buta di kelab malam gay Pulse di Orlando pada Minggu (12/6) dini hari waktu setempat. Penembakan brutal itu menewaskan 49 orang dan melukai puluhan orang lainnya.

Otoritas AS meyakini Mateen yang lahir di New York, telah diradikalisasi oleh propaganda Islam radikal melalui internet. Motif penembakan itu masih belum jelas, seiring mencuatnya laporan media yang menyebut Mateen kerap datang ke kelab gay tersebut dan pernah menggunakan aplikasi kencan untuk para gay.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads