Terkait insiden yang terjadi di kamp Rukban pada Selasa, 21 Juni waktu setempat itu, Jenderal Angkatan Darat Yordania Mishal al-Zibn mengumumkan bahwa wilayah perbatasan utara dan timur laut dengan Suriah dinyatakan sebagai zona militer yang tertutup bagi warga sipil.
"Setiap pergerakan kendaraan dan personel di wilayah tersebut yang bergerak tanpa koordinasi lebih dulu, akan diperlakukan sebagai target musuh dan ditindak dengan tegas dan tanpa ampun," demikian statemen pejabat militer Yordania itu seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (22/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yordania akan merespons dengan tangan besi terhadap siapapun yang mencoba mengutak-atik keamanan dan perbatasannya," tegas Raja Yordania itu.
"Aksi kriminal seperti itu hanya akan memperkuat tekad kita untuk melawan terorisme dan geng-geng teror yang menargetkan personel militer, yang melindungi keamanan negara dan perbatasannya," imbuhnya. (ita/ita)











































