Diberitakan AFP, Selasa (21/6/2016), pihak keamanan AS telah merilis beberapa bagian transkrip pembicaraan Mateen saat menyerang Pulse Gay Nightclub yang menewaskan 49 orang.
"Saya sedang di Orlando dan sedang melakukan penembakan," ujar Mateen kepada operator 911 pada pukul 2.35 dini hari waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
FBI merilis rincian dari tiga percakapan antara Mateen dan negosiator polisi. Transkrip saat Mateen bersembunyi di kamar mandi klub dengan beberapa sandera, sembilan menit panggilan pada 02:48 , 16 menit panggilan pada 03:03 dan panggilan terakhir yang berlangsung sekitar tiga menit, di pukul 3:24.
Mateen juga mengidentifikasi dirinya sebagai 'tentara Islam' dan mengatakan dirinya ingin Amerika menghentikan pemboman Suriah dan Irak.
Dia mengaku telah memasangi beberapa kendaraan di luar klub dengan bahan peledak. Mateen juga mengatakan menggunakan rompi bahan peledak yang mirip "digunakan di Perancis", dan memberi peringatan "Dalam beberapa hari ke depan, Anda akan melihat lebih banyak tindakan yang seperti ini terjadi,"
"Sementara si pembunuh membuat pernyataan tindakan pembunuhan itu, dia melakukannya dengan cara yang dingin, tenang, dan disengaja," ujar agen khusus FBI Ron Hopper.
Seperti diketahui, Mateen tewas ditembak polisi usai melakukan aksi brutalnya pada Minggu (12/6) dini hari lalu. Otoritas setempat menyebut Mateen berulang kali menghubungi 911 selama penembakan yang diwarnai penyanderaan berlangsung selama 3 jam.
Dalam salah satu teleponnya ke 911, Mateen menyatakan sumpah setia pada Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Tidak hanya itu, Mateen juga sempat mengirimkan pesan internet serta menghubungi salah satu temannya serta berbalas pesan dengan istrinya, Noor Salman selama penembakan.
(tfq/bag)











































