Disampaikan badan intelijen Korea Selatan (Korsel), Dinas Intelijen Nasional (NIS) dalam pernyataannya, seperti dilansir CNN, Senin (20/6/2016), ISIS juga merilis informasi pribadi soal individu penting dari 21 negara, termasuk informasi detail tentang salah satu pegawai organisasi kesejahteraan Korsel.
NIS menegaskan, orang itu kini dalam perlindungan khusus. Tidak disebutkan lebih lanjut dari negara mana saja yang informasi pribadinya dibuka ke pendukung ISIS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan NIS, organisasi peretas ISIS yang bernama United Cyber Caliphate mengumpulkan rincian soal unit Angkatan Udara AS yang ditugaskan di Korsel, termasuk pangkalan udara Osan. Mereka juga menyebarkan alamat dan peta satelit Google yang telah dirilis melalui aplikasi pesan singkat Telegram.
Secara terpisah, pasukan AS di Korsel atau USFK menyatakan, pihaknya menganggap setiap ancaman terhadap keselamatan dan keamanan setiap instalasi miliknya dengan sangat serius.
"Dengan kewaspadaan tinggi dan latihan rutin dengan mitra Korea Selatan kami, kami bersiap menghadapi ancaman yang bisa muncul kapan saja," demikian pernyataan USFK dalam pernyataannya.
Baca juga: Serangan Artileri Turki dan Gempuran Koalisi Tewaskan 23 Militan ISIS
"USFK tetap berkomitmen untuk menjamin keamanan tertinggi di Semenanjung Korea," demikian disampaikan USFK.
Selama 5 tahun terakhir, NIS menyebut, sedikitnya 50 orang yang dicurigai terkait dengan ISIS telah dideportasi dari Korsel. "Teror terhadap warga Korea Selatan dan warga negara asing di negara ini bisa menjadi kenyataan," sebut NIS memperingatkan soal ancaman ISIS.
(nvc/ita)











































