Polisi Filipina Tembak Mati 11 Pengedar Narkoba dalam 1 Hari

Polisi Filipina Tembak Mati 11 Pengedar Narkoba dalam 1 Hari

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 20 Jun 2016 14:35 WIB
Polisi Filipina Tembak Mati 11 Pengedar Narkoba dalam 1 Hari
Foto: AFP
Manila, - Kepolisian Filipina telah membunuh 11 tersangka pengedar narkoba dalam operasi yang berlangsung pada akhir pekan lalu. Ini terjadi seiring meningkatnya pembunuhan terkait narkoba sejak Rodrigo Duterte terpilih menjadi presiden baru Filipina.

Media-media Filipina hari ini memberitakan, para pengedar narkoba itu tewas ditembak ketika mereka melawan saat operasi yang digelar di Manila, Laguna, Bulacan, Rizal, Bohol dan Cebu pada akhir pekan. Kepolisian menyatakan, beberapa orang dari mereka tewas dalam operasi penyamaran.

"Para agen-agen kami membunuh dua pengedar narkoba dalam operasi penyamaran," ujar Adriano Enong, kepala kepolisian di provinsi Rizal, sebelah timur ibukota Manila, seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (20/6/2016).

"Ada baku tembak antara para polisi yang menyamar dengan para pengedar narkoba ketika orang-orang ini menyadari bahwa mereka telah menjual narkoba senilai 500 peso kepada para polisi," imbuhnya dalam keterangan kepada para wartawan.

Duterte telah berjanji akan memberantas kejahatan dalam waktu enam bulan. Figur kontroversial itu bahkan memberikan izin bagi kepolisian untuk menembak mati para tersangka pelaku kejahatan. Duterte bahkan mengancam, para polisi yang ketahuan terlibat dalam perdagangan narkoba akan mengalami nasib yang sama.

Juru bicara Kepolisian Nasional Wilben Mayor mengatakan, lebih dari 40 tersangka narkoba telah tewas sejak terpilihnya Duterte dalam pemilihan presiden pada 9 Mei lalu. Angka ini melonjak tajam jika dibandingkan dengan 39 kematian tersangka narkoba yang tercatat selama empat bulan sebelum terpilihnya Duterte.

Sebelumnya Duterte menjadi Wali Kota di Davao City selama lebih dari 20 tahun. Kelompok-kelompok HAM mendokumentasi total 1.400 pembunuhan yang tak terungkap di wilayah itu sejak tahun 1998. Kebanyakan dari mereka yang tewas adalah para pelaku kejahatan ringan dan pengedar narkoba kelas jalanan.

(ita/ita)


Berita Terkait