Seperti yang dilakukan oleh KBRI Bucharest dan Diaspora Indonesia di Rumania. Mereka menggelar buka puasa bersama pada Sabtu, 11 Juni 2016 di kediaman Dubes KBRI Bucharest untuk Rumania dan Republik Moldavia, Diar Nurbintoro.
Acara dimulai pukul 18.30 dengan Taman Pendidikan Al Quran untuk anak-anak muslim di Bukares dan kajian puasa untuk anak-anak. Pada pukul 19.30 masyarakat muslim Bukares mendengarkan bersama-sama ceramah Ramadan yang disampaikan oleh Siswanto, Kandidat Doktor Frije Universiteit Amsterdam, dan juga Ketua Bidang Dakwah dan Kajian Stichting Generasi Baru (SGB) Utrecht.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buka puasa dan pengajian bersama di Bucharest (Foto: Cut Dina Radhie) |
"Selain dubes KBRI Bucharest dan istri, beberapa diplomat dan masyarakat muslim dari diaspora Indonesia di Rumania hadir dalam acara ini," ucap Masruri yang merupakan postdoctoral bidang high power laser ini dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom.
Waktu salat Isya di Bukares jatuh pada sekitar 23.18, sebagian peserta yang masih tinggal di Wisma bersama-sama menunaikan salat Isya berjamaah dilanjutkan dengan salat tarawih delapan rakaat dan ditutup dengan witir tiga rakaat. Wisma KBRI menjadi tempat dan ajang bersilaturahim WNI di Rumania maupun musafir yang sedang berdinas di Rumania karena sambutan yang hangat dari Dubes Diar Nurbintoro dan istri.
"Indahnya kebersamaan dan silaturahim masyarakat muslim di luar negeri dan keberkahan bulan Ramadan di musim panas yang panjang dalam nuansa ukhuwwah dan dahaga akan pencerahan spiritual melalui kajian keislaman," ucap Masruri.
"Semoga Allah Swt memberkahi kita semua di bulan Ramadan ini dengan memperbanyak amal ibadah dan meningkatkan kualitasnya dengan meningkatnya pemahaman ilmu agama," tambahnya.
Ceramah yang disampaikan oleh ustadz Siswanto dalam buka puasa ini adalah mengkaji isi kandungan surat Al-Baqarah ayat 183-187. Suswanto memaparkan 4 hak yang dipenuhi dari orang yang berpuasa yang terkandung dari ayat-ayat ini. Pertama hak kepada Allah SWT, yakni dengan berpuasa berarti umat Islam telah melaksanakan tanggung jawabnya kepada Allah SWT atau telah menunaikan hak Allah Swt.
Kedua adalah hak sosial bermasyarakat. Ada kondisi Muslim diperbolehkan untuk tidak berpuasa karena berhalangan, seperti sakit, hamil, musafir dan lainnya. Kondisi ini boleh mengganti dengan hari yang lain di luar bulan Ramadan atau membayar fidyah dengan memberi makan orang miskin. Dalam hal ini orang-orang yang miskin dan tidak mampu mendapatkan hak mereka di bulan Ramadan.
Ketiga adalah orang yang berpuasa hendaknya menunaikan hak kepada keluarga. Keempat adalah memenuhi hak individu untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Buka puasa dan pengajian bersama di Bucharest (Foto: Cut Dina Radhie) |
Islam di Rumania hanya dipeluk 0.3 persen dari populasi (sekitar hampir 68 ribu) namun memiliki tradisi yang sangat tua mencapai 700 tahun terutama di daerah Dobruja Utara (kota Konstanta), sebuah daerah di Laut Hitam di mana dahulu masuk dalam wilayah kekuasaan Turki Usmaniyah selama hampir lima abad (1420 β 1878). Mayoritas Muslim di Rumania adalah dari suku Tatar dan etnis Turki, di samping sebagian kecil dari imigran Timur Tengah, Albania, penduduk asli Rumania, termasuk masyarakat muslim asal Indonesia. (slm/slh)












































Buka puasa dan pengajian bersama di Bucharest (Foto: Cut Dina Radhie)
Buka puasa dan pengajian bersama di Bucharest (Foto: Cut Dina Radhie)