Pihak rumah sakit menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (20/6/2016), Arif Jaradat meninggal pada Minggu, 19 Juni waktu setempat. Usianya 22 tahun.
Pemuda itu terluka usai diterjang peluru saat bentrokan dengan pasukan Israel pada 4 Mei lalu di desa asalnya, Sair, di sebelah selatan Tepi Barat. Dia dikirimkan ke rumah sakit di Hebron untuk menjalani perawatan, namun akhirnya ajal menjemputnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut otoritas Israel, sebagian besar warga Palestina yang tewas adalah pelaku penikaman, penembakan dan penabrakan dengan mobil. Sebagian lainnya tewas dalam bentrokan dengan pasukan Israel saat aksi-aksi demo yang berujung rusuh.
(ita/ita)











































