Transkrip Telepon Omar Mateen ke 911 Akan Dibuka ke Publik

Penembakan Brutal di Orlando

Transkrip Telepon Omar Mateen ke 911 Akan Dibuka ke Publik

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 20 Jun 2016 10:19 WIB
Transkrip Telepon Omar Mateen ke 911 Akan Dibuka ke Publik
Omar Mateen (Omar Mateen via Myspace/Handout via REUTERS)
Washington DC - Otoritas Amerika Serikat (AS) akan merilis transkrip percakapan telepon pelaku penembakan di Orlando, Omar Mateen ke layanan darurat 911. Panggilan telepon itu dilakukan ketika Mateen melepas tembakan membabi-buta di kelab malam gay setempat hingga menewaskan 49 orang.

Mateen tewas ditembak polisi usai melakukan aksi brutalnya pada Minggu (12/6) dini hari lalu. Otoritas setempat menyebut Mateen berulang kali menghubungi 911 selama penembakan yang diwarnai penyanderaan berlangsung selama 3 jam.

Dalam salah satu teleponnya ke 911, Mateen menyatakan sumpah setia pada Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Tidak hanya itu, Mateen juga sempat mengirimkan pesan internet serta menghubungi salah satu temannya serta berbalas pesan dengan istrinya, Noor Salman selama penembakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Omar Mateen Berbalas Pesan dengan Istri Saat Penembakan Brutal di Orlando

Berbicara kepada program televisi CNN, State of the Union, seperti dilansir Reuters, Senin (20/6/2016), Jaksa Agung AS Loretta Lynch menyatakan sebagian transkrip dari tiga panggilan telepon Mateen ke 911 akan dirilis ke publik pada Senin (20/6) waktu setempat. Transkrip yang dirilis, sebut Lynch, juga termasuk substansi percakapan Mateen dengan 911.

Disebutkan Lynch, saat ini penyidik tengah fokus menyusun profil Mateen, warga negara AS kelahiran New York yang memiliki orangtua keturunan Afghanistan. Otoritas AS sebelumnya menyebut Mateen diradikalilasi melalui propaganda ekstremis yang banyak muncul di internet.

Otoritas AS menyebut bukti-bukti awal mengindikasikan Mateen sebagai sosok dengan gangguan mental, yang bertindak seorang diri, tanpa arahan dari kelompok militan luar negeri. Hal itu terlepas dari fakta bahwa Mateen menyatakan sumpah setia pada ISIS dalam salah satu teleponnya kepada 911.

Baca juga: Korban Penembakan Orlando Dimakamkan, Obama Minta Kongres AS Bertindak

Kepada acara televisi ABC 'This Week', Lynch menyebut transkrip yang akan dirilis tidak akan menyertakan sumpah setia Mateen itu. Lynch akan terbang ke Orlando pada Selasa (21/6) untuk memberi penghargaan kepada para penyidik, juga menemui korban selamat serta keluarga korban tewas.

Lebih lanjut, Lynch menolak untuk mengomentari kemungkinan apakah juri federal akan menjeratkan dakwaan pidana pada istri Mateen, Salman, maupun pada orang lain terkait penembakan Orlando. Otoritas AS sebelumnya menyatakan, Salman mengetahui rencana teror suaminya di Orlando.

"Karena penyelidikan ini bersifat terbuka dan terus berlangsung, kami tidak akan mengomentari peran atau keterlibatan orang lain saat ini, kecuali menyatakan bahwa kami berbicara kepada setiap orang yang mengenal pelaku, dan tentu saja termasuk keluarganya, untuk mencari tahu apa yang mereka ketahui, apa yang mereka lihat selang beberapa hari maupun minggu sebelum insiden ini," terang Lynch yang merupakan wanita kulit hitam pertama yang menjadi Jaksa Agung AS.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads