Penembakan tersebut terjadi di Chicago pada Rabu, 15 Juni waktu setempat, hanya beberapa hari setelah penembakan massal di kelab gay di Orlando, Florida pada Minggu, 12 Juni lalu.
Kepolisian menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (18/6/2016), lewat video di Facebook Live, Antonio Perkins, tanpa sengaja merekam pembunuhan dirinya sendiri. Dalam video itu terlihat pria muda berumur 28 tersebut tengah melakukan rekaman langsung bergaya selfie di telepon pintarnya. Namun tiba-tiba terdengar belasan suara tembakan yang terjadi begitu cepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Telepon genggam yang dipegang Perkins kemudian terjatuh dan gambarnya pun menghilang. Namun audio dari video ini terus menyala yang merekam orang-orang berteriak dan menangis.
"Oh, Tuhanku!" teriak seorang wanita dalam video tersebut. "Telepon polisi! Cepat!" teriak seorang pria.
Menurut kepolisian, Perkins meninggal akibat luka-luka tembakan di bagian leher dan kepala. Sejauh ini belum ada penangkapan yang dilakukan polisi seiring berlangsungnya penyelidikan.
Menurut media lokal, Chicago Tribune, setidaknya 13 orang lainnya terluka dalam penembakan tersebut.
Beberapa bulan ini, Facebook membuat fitur-fitur Live yang memungkinkan siapa pun bisa menyiarkan video secara seketika (real time). Fitur ini memungkinkan orang untuk melakukan live streaming dari telepon pintar mereka.
(ita/ita)










































