Keji! Wanita Hamil 7 Bulan Dibunuh Orangtuanya di Pakistan

Keji! Wanita Hamil 7 Bulan Dibunuh Orangtuanya di Pakistan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 17 Jun 2016 17:34 WIB
Keji! Wanita Hamil 7 Bulan Dibunuh Orangtuanya di Pakistan
Foto: Ilustrasi
Islamabad, - Keji! Orangtua di Pakistan tega membunuh anaknya yang sedang hamil karena menikah tanpa persetujuan keluarga. Insiden ini menambah panjang daftar pembunuhan berdalih kehormatan keluarga di Pakistan.

Muqaddas Bibi menikah dengan Taufiq Ahmed tiga tahun lalu meski ditentang keras oleh keluarganya. Penyidik kepolisian, Mohammad Arshad mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (17/6/2016), keluarga Bibi tidak merestui pernikahan wanita berumur 22 tahun itu dengan kekasihnya. Hubungan Bibi dengan keluarganya pun renggang setelah pernikahan itu.

Dikatakan Arshad, ibu Bibi dan saudara laki-lakinya mendekati wanita itu pada Kamis, 16 Juni di sebuah klinik ketika dia tengah memeriksakan kehamilannya. Mereka meyakinkan Bibi untuk pulang ke rumah dengan mengatakan mereka telah merestui pernikahannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala kepolisian setempat Gohar Abbas mengatakan, ketika Bibi tiba di rumah orangtuanya, dia pun dihabisi oleh ayah, ibu dan saudara laki-lakinya. Mereka menggorok leher Bibi dan wanita yang tengah mengandung anak kedua itu tewas di tempat.

Saat kejadian Bibi sedang hamil tujuh bulan dan dia telah memiliki seorang bayi perempuan berumur 10 bulan. Disampaikan Abbas, keluarga Bibi kabur dari rumah mereka setelah pembunuhan di desa Buttaranwali, sekitar 75 kilometer sebelah utara Lahore, ibukota provinsi Punjab.

Kepolisian saat ini tengah memburu keluarga tersebut. Sejauh ini, polisi telah menahan seorang kerabat keluarga Bibi karena menghasut pembunuhan itu.

Di Pakistan, ratusan wanita dibunuh keluarga mereka setiap tahunnya dengan dalih membela kehormatan keluarga. Pekan lalu, remaja putri berumur 16 tahun, Zeenat Bibi tewas dibunuh ibunya di Lahore. Pembunuhan itu dilakukan karena korban menikah dengan pria pujaannya yang tidak mendapat restu sang ibu. (ita/ita)


Berita Terkait