Korban Penembakan Orlando Dimakamkan, Obama Minta Kongres AS Bertindak

Korban Penembakan Orlando Dimakamkan, Obama Minta Kongres AS Bertindak

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 17 Jun 2016 16:49 WIB
Korban Penembakan Orlando Dimakamkan, Obama Minta Kongres AS Bertindak
Warga New York membawa bunga mawar untuk korban penembakan Orlando (REUTERS/Mike Segar)
Florida - Sedikitnya 49 korban tewas dalam penembakan brutal di kelab malam gay di Orlando, Amerika Serikat (AS) mulai dimakamkan. Kepada Presiden Barack Obama yang berkunjung ke Orlando, keluarga korban mendorongnya melakukan tindakan dan perubahan.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (17/6/2016), Obama terbang ke Orlando bersama Wakil Presiden Joe Biden pada Kamis (16/6) waktu setempat untuk menemui keluarga korban tewas serta para korban selamat. Obama dan Biden meletakkan karangan bunga di lokasi memorial untuk para korban.

"Saya memeluk dan dipeluk orangtua dan keluarga korban yang berduka, dan mereka bertanya, 'Kenapa hal semacam ini terus terjadi?'," tutur Obama kepada wartawan setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Senator John McCain Sebut Obama Bertanggung Jawab Atas Penembakan di Orlando

Obama mendorong Kongres AS untuk meloloskan rancangan undang-undang, yang isinya mempersulit pembelian senjata berkaliber tinggi, termasuk senapan semi-otomatis AR-15 yang digunakan dalam penembakan brutal di Orlando pada Minggu (12/6) dini hari.

"Kita bisa melakukan sesuatu untuk menekan dampak kerusakan yang mereka timbulkan. Sayangnya, politik kita justru mempermudah seorang teroris atau seseorang yang terganggu seperti di Aurora dan Newtown, untuk membeli senjata dengan kekuatan luar biasa dan mereka bisa membelinya secara legal," ucapnya, merujuk pada penembakan massal di bioskop Aurora, Colorado dan di sekolah dasar Newton, Connecticut pada tahun 2012 lalu.

Sementara itu, prosesi pemakaman para korban dijadwalkan akan digelar pekan ini hingga dua pekan mendatang. Salah satunya Anthony Luis Laureano Disla (25) yang berasal dari Puerto Rico, yang dimakamkan pada Jumat (17/6) waktu setempat, setelah sehari sebelumnya digelar acara mengenang almarhum yang dihadiri 150 teman dan keluarganya.

Baca juga: Salahkan Obama Atas Penembakan Kelab Gay Orlando, McCain: Saya Salah Bicara

Pada Kamis (16/6), lebih dari 300 orang termasuk Gubernur Florida Rick Scott menghadiri acara mengenang Eric Ivan Ortiz-Rivera, korban tewas lainnya yang juga berasal dari Puerto Rico. Ortiz-Rivera (36) tewas saat menghadiri perayaan rumah baru temannya, yang digelar di kelab malam gay tersebut.

Disebutkan Orlando Regional Medical Center, sekitar 23 orang dari 53 korban luka masih menjalani perawatan di rumah sakit. Dari jumlah itu, sekitar enam orang di antaranya dalam kondisi kritis.

Pelaku yang bernama Omar Mateen, warga negara AS keturunan Afghanistan yang lahir di New York, melepas tembakan secara membabi-buta di kelab malam gay itu. Motif penembakan ini masih diselidiki. Namun terungkap bahwa Mateen yang menyatakan sumpah setia pada Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) itu, sering mengunjungi kelab malam yang sama selama beberapa tahun terakhir.

Barack Obama dan Joe Biden meletakkan karangan bunga untuk korban penembakan Orlando (REUTERS/Carlos Barria)
(nvc/ita)


Berita Terkait