Salahkan Obama Atas Penembakan Kelab Gay Orlando, McCain: Saya Salah Bicara

Salahkan Obama Atas Penembakan Kelab Gay Orlando, McCain: Saya Salah Bicara

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 17 Jun 2016 15:11 WIB
Salahkan Obama Atas Penembakan Kelab Gay Orlando, McCain: Saya Salah Bicara
Foto: Omar Mateen via Myspace/Handout via REUTERS
Washington, - Senator Amerika Serikat, John McCain menyalahkan Presiden Barack Obama atas penembakan massal di kelab malam gay di Orlando, Florida. Namun kemudian, senator partai Republik itu mengatakan bahwa dirinya salah bicara.

McCain menyebut Obama bertanggung jawab langsung atas penembakan massal di Orlando dikarenakan munculnya kelompok radikal ISIS terjadi selama kepresidenannya.

Menurut Senator dari partai Republik itu, penarikan mundur pasukan AS dari Irak telah ikut mendorong terbentuknya kelompok ISIS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Barack Obama secara langsung bertanggung jawab atas hal itu, karena ketika dia menarik semua orang dari Irak, al-Qaeda pergi ke Suriah dan menjadi ISIS, dan ISIS menjadi seperti sekarang ini berkat kegagalan Barack Obama, kegagalan total, dengan menarik semua orang dari Irak," kata McCain yang kalah dari Obama dalam pemilihan presiden tahun 2008 silam.

"Jadi tanggung jawab soal itu ada pada Presiden Barack Obama dan kebijakan-kebijakannya yang gagal," cetus McCain yang memimpin Komisi Dinas Bersenjata Senat AS.

Namun setelah komentar itu ramai diberitakan media, McCain memberikan klarifikasi lewat akun Twitter dan menyatakan bahwa maksudnya adalah menyalahkan kebijakan-kebijakan Obama, bukan presiden secara pribadi.

"Saya salah bicara. Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa presiden secara pribadi bertanggung jawab. Saya mengacu pada keputusan-keputusan keamanan nasional Presiden Obama, bukan diri presiden sendiri," ujar McCain dalam statemennya seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (17/6/2016).

Penembakan brutal yang dilakukan Omar Mateen di kelab gay Pulse di Orlando menewaskan 49 orang dan melukai 53 orang lainnya. Pria AS berumur 29 tahun itu telah menyatakan sumpah setia kepada ISIS sebelum melakukan aksi kejinya itu.

Kelompok ISIS pun telah mengklaim mendalangi penembakan di Orlando pada Minggu, 12 Juni tersebut. Namun otoritas AS menyatakan, sejauh ini tidak ada bukti kuat mengenai keterkaitan ISIS dengan penembakan di Orlando.


(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads