McCain menyebut Obama bertanggung jawab langsung atas penembakan massal di Orlando dikarenakan munculnya kelompok radikal ISIS terjadi selama kepresidenannya.
Menurut Senator dari partai Republik itu, penarikan mundur pasukan AS dari Irak telah ikut mendorong terbentuknya kelompok ISIS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi tanggung jawab soal itu ada pada Presiden Barack Obama dan kebijakan-kebijakannya yang gagal," cetus McCain yang memimpin Komisi Dinas Bersenjata Senat AS.
Namun setelah komentar itu ramai diberitakan media, McCain memberikan klarifikasi lewat akun Twitter dan menyatakan bahwa maksudnya adalah menyalahkan kebijakan-kebijakan Obama, bukan presiden secara pribadi.
"Saya salah bicara. Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa presiden secara pribadi bertanggung jawab. Saya mengacu pada keputusan-keputusan keamanan nasional Presiden Obama, bukan diri presiden sendiri," ujar McCain dalam statemennya seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (17/6/2016).
Penembakan brutal yang dilakukan Omar Mateen di kelab gay Pulse di Orlando menewaskan 49 orang dan melukai 53 orang lainnya. Pria AS berumur 29 tahun itu telah menyatakan sumpah setia kepada ISIS sebelum melakukan aksi kejinya itu.
Kelompok ISIS pun telah mengklaim mendalangi penembakan di Orlando pada Minggu, 12 Juni tersebut. Namun otoritas AS menyatakan, sejauh ini tidak ada bukti kuat mengenai keterkaitan ISIS dengan penembakan di Orlando.
(ita/ita)











































