Pada Selasa, 14 Juni waktu setempat, penjarahan massal terjadi di kota Cumana. Para penjarah menyerbu puluhan toko dan aparat keamanan pun berjuang keras untuk mengendalikan situasi. Otoritas setempat menangkap setidaknya 400 orang usai aksi-aksi penjarahan dan kerusuhan di kota tersebut.
Di media sosial banyak beredar kabar mengenai beberapa korban jiwa dalam kerusuhan di Cumana, yang merupakan ibukota negara bagian Sucre tersebut. Namun Gubernur Luis Acuna menyatakan, korban-korban jiwa itu tidak ada kaitan dengan penjarahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, aksi-aksi penjarahan itu didalangi oleh para politisi sayap kanan. "Saya tidak ragu mereka membayar para penjarah, ini telah direncanakan," cetusnya.
Dalam beberapa pekan terakhir, aksi-aksi penjarahan di toko-toko marak terjadi di seluruh wilayah Venezuela yang dilanda krisis kekurangan bahan pangan yang parah. Warga yang marah pun kerap menggelar aksi demo sembari meneriakkan "Kami ingin makanan!"
Menurut kelompok pemantau, lebih dari 10 insiden penjarahan telah terjadi setiap hari di negara berpenduduk 30 juta orang tersebut. Kejadian ini dipicu oleh resesi parah dan tingkat inflasi tertinggi di dunia yang tengah dialami Venezuela.
Terkait hal ini, pihak oposisi menyalahkan kebijakan ekonomi Presiden Nicolas Maduro dan pendahulunya Hugo Chavez yang menerapkan ekonomi sosialis. (ita/ita)











































