Obama Geram Atas Seruan Donald Trump Larang Muslim Masuk ke AS

Obama Geram Atas Seruan Donald Trump Larang Muslim Masuk ke AS

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 15 Jun 2016 11:24 WIB
Obama Geram Atas Seruan Donald Trump Larang Muslim Masuk ke AS
Barack Obama (REUTERS/Carlos Barria)
Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama tak bisa menahan kekesalannya terhadap calon presiden dari partai Republik, Donald Trump. Dengan geram, Obama mengecam seruan Trump melarang imigran muslim masuk ke AS.

Dalam komentar terbaru soal penembakan brutal di kelab malam gay Orlando, Trump kembali menegaskan larangan muslim masuk ke AS. Bahkan Trump mengusulkan perluasan larangan itu untuk negara-negara, yang disebut Trump, memiliki sejarah terorisme.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (15/6/2016), Obama menanggapi seruan Trump itu dengan keras. Ditambah, Trump sebelumnya mengkritik Obama karena tidak menggunakan istilah 'terorisme Islam radikal' saat menyebut militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apa yang sebenarnya dicapai dengan menggunakan label itu, apakah akan ada perubahan berarti?" jawab Obama menanggapi kritikan Trump.

"Seseorang sungguh berpikir kita tidak tahu siapa yang sedang kita lawan? ... Tidak ada hebatnya menggunakan kata 'Islam radikal'. Itu hanya ungkapan politik. Bukanlah strategi," tegas Obama.

Baca juga: Komentari Penembakan Orlando, Trump Tegaskan Lagi Larangan Muslim ke AS

"Menyebut ancaman dengan istilah lain, tidak akan menghilangkan ancaman itu sendiri. Ini hanyalah pengalihan politik," imbuh Obama lagi.

Lebih lanjut, Obama menyebut komentar dan kritikan Trump sebagai 'gonggongan'.

Ini bukan pertama kalinya Obama terlibat adu argumen dengan Trump. Tahun 2011 lalu, Obama merilis akta kelahirannya ke publik untuk menyangkal tudingan Trump bahwa Obama tidak lahir di AS.

"Sekarang kita memiliki proposal dari seseorang yang hampir pasti menjadi calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, untuk melarang seluruh muslim bermigrasi ke Amerika. Kita mendengar kata-kata yang menyudutkan imigran dan memberi kesan bahwa seluruh komunitas religius terlibat dalam kekerasan. Ke mana ini akan berhenti?" seru Obama.

Baca juga: Sebut Dirinya Benar Soal Islam Radikal, Donald Trump Menuai Kecaman

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads