Dikutip dari independent.co.uk, Selasa (14/6/2016) negara di lingkaran kutub utara mengalami matahari terbit hampir 24 jam lamanya. Mereka tidak bisa melihat matahari terbenam yang menjadi tanda waktu berbuka di bulan Juni hingga Juli ini.
Misalnya di Swedia dan Finlandia hanya akan merasakan sedikit matahari terbenam atau bahkan tidak sama sekali selama musim panas tahun ini. Muslim yang melaksanakan puasa di Finlandia misalnya hanya mengalami matahari terbit selama 55 menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat mereka mendengar kami di sini puasa selama 23 jam atau 22 setengah jam, mereka berkata "Itu tak bisa dipercaya, bagaimana cara mengatur waktunya? Tetapi Alhamdulillah kami bisa melaksanakannya dan kami melaksaakan dengan baik," ujar Mohammad.
Mohammad berbuka puasa bersamaan dengan sahur (foto: Dok independent.co.uk) |
Menurut Mohammad, sebagian muslim yang tinggal di daerah tanpa matahari terbenam punya cara lain dalam mengatur jadwal sahur dan berbuka.
"Beberapa dari mereka mengikuti waktu timur tengah atau mengikuti waktu di negara Islam yang dekat dengan wilayah mereka, seperti Turki," katanya. (slm/ega)











































Mohammad berbuka puasa bersamaan dengan sahur (foto: Dok independent.co.uk)