Pejabat AS: Tak Ada Bukti Keterkaitan ISIS dengan Penembakan di Orlando

Pejabat AS: Tak Ada Bukti Keterkaitan ISIS dengan Penembakan di Orlando

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 13 Jun 2016 16:46 WIB
Pejabat AS: Tak Ada Bukti Keterkaitan ISIS dengan Penembakan di Orlando
penembakan di Orlando (Foto: Reuters)
Florida, - Kelompok radikal ISIS mengklaim bertanggung jawab atas penembakan massal di kelab malam khusus gay di Orlando, Florida, Amerika Serikat. Namun pejabat-pejabat AS mengatakan, sejauh ini tak ada bukti kuat atau kaitan langsung antara penembakan tersebut dengan ISIS ataupun kelompok radikal asing lainnya.

Menurut pejabat-pejabat AS tersebut seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (13/6/2016), saat ini tidak ditemukan adanya kontak apapun antara pelaku penembakan dengan kelompok ekstremis manapun.

Sebelumnya, ISIS mengklaim bertanggung jawab atas penembakan di kelab malam gay di Orlando pada Minggu (12/6) dini hari waktu setempat. Penembakan brutal itu menewaskan 50 orang dan melukai 53 orang lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut CBS News, Senin (13/6/2016), organisasi media ISIS, kantor berita Aamaq, menyatakan bahwa penembakan di Orlando "dilakukan oleh seorang petempur ISIS."

Pelaku penembakan di Orlando tersebut diidentifikasi sebagai warga AS bernama Omar Mateen. Pria berumur 29 tahun itu sempat menelepon 911 sebelum melakukan aksi penembakan. Dia mengucapkan sumpah setia kepada ISIS.

Mateen merupakan pria kelahiran New York, yang orangtuanya adalah imigran dari Afghanistan. Pria muda itu sempat diinterogasi oleh FBI pada 2013 dan 2014. Tetapi dalam interogasi itu FBI tak berkesimpulan bahwa Mateen akan menjadi ancaman di kemudian hari.

Ayah Mateen yakin tindakan keji anaknya itu dilakukan atas dasar kebencian terhadap kaum gay. Ayah Mateen percaya bahwa tindakannya ini tak ada kaitannya dengan agama Islam yang dipeluknya.

"Tak ada hubungannya dengan agama," kata ayah Mateen, Mir Seddique.

Menurut dia, Mateen sebelumnya melihat pasangan gay bermesraan di Miami. Seddique yakin kejadian penembakan itu dipicu oleh apa yang disaksikan Mateen sebelumnya.

"Dia melihat dua pria berciuman satu sama lain di depan istri dan anaknya sehingga dia sangat marah," ucap Seddique. (ita/ita)


Berita Terkait