Presiden AS Barack Obama menyebut insiden itu sebagai aksi teror dan aksi kebencian. Paus Fransiskus turut mengutuk peristiwa itu dan menyebutnya sebagai "kebodohan pembunuh dan kebencian yang tidak masuk akal".
"Kami semua berharap agar cara-cara ditemukan, secepat mungkin, untuk secara efektif mengidentifikasi dan melawan sebab-sebab dari kekerasan yang begitu mengerikan dan tak masuk akal ini," demikian pernyataan Vatikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya dengan tegas mengutuk serangan mengerikan di Orlando, Florida, AS. Tak ada hal yang bisa membenarkan pembunuhan warga sipil," tegas Ghani seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (13/6/2016).
Kecaman juga disampaikan Presiden Prancis Francois Hollande yang menyatakan dukungan penuh untuk rakyat Amerika. "Presiden menyatakan dukungan penuh Prancis dan rakyat Prancis kepada otoritas AS dan rakyat Amerika di masa cobaan ini," demikian statemen istana kepresidenan Prancis, Elysee Palace.
Sedangkan Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut pembantaian tersebut sebagai "kejahatan barbar". Lewat statemen yang dirilis Kremlin, Putin juga menyampaikan belasungkawa kepada para keluarga korban.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menyebut penembakan tersebut "mengerikan".
"Atas nama rakyat dan pemerintah Israel, saya menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Amerika menyusul serangan mengerikan kemarin malam terhadap komunitas LGBT di Orlando," demikian pernyataan Netanyahu.
(ita/ita)











































