Mateen merupakan pria kelahiran New York, AS dengan orang tua asal Afganistan. Asisten Agen Khusus FBI, Ronald Hopper menyatakan kepada wartawan seperti dikutip dari CNN, Senin (13/6/2016) bahwa Mateen diwawancarai FBI terkait 2 teror yang berhubungan.
"Wawancara itu kemudian menjadi tak memiliki kesimpulan. Sehingga tak ada alasan untuk melanjutkan wawancara," kata Hopper. Kedua kasus yang dimaksud itu pun ditutup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu pada tahun 2014, FBI kembali mewawancarai Mateen. Klai ini terkait kemungkinan hubungan dia dengan pelaku bom bunuh diri Amerika. Ketika itu FBI yakin bahwa Mateen bukanlah ancaman untuk kemudian hari.
"Kami sungguh-sungguh yakin bahwa dalam wawancara singkat itu dan tidak mengarahkan kepada hubungan yang substantive atau mengancam di kemudian hari," ucap Hopper. (bag/bag)











































