Memburu Takjil Nusantara Pelepas Rindu di Melbourne

Jelajah Australia 2016

Memburu Takjil Nusantara Pelepas Rindu di Melbourne

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Minggu, 12 Jun 2016 17:35 WIB
Memburu Takjil Nusantara Pelepas Rindu di Melbourne
Foto: Nelayan, restoran masakan Indonesia di Melbourne (Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)
Melbourne - Di Indonesia, bulan puasa selalu identik dengan takjil sebagai makanan pembuka saat masuk waktu Magrib. Hampir di semua daerah di Indonesia memiliki kekhasan masing-masing untuk urusan takjil.

Namun, euforia mencari takjil sulit dirasakan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri. Jangankan takjil, mendengarkan azan dari speaker masjid saja sangat sulit dilakukan.

Kerinduan akan kampung halaman, terutama saat bulan Ramadan pasti menghampiri setiap benak WNI yang menjalankan puasa di luar negeri. Mencari takjil juga menjadi salah satu hal yang dirindukan sebagai kebiasan yang dilakukan saat Ramadan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti halnya yang dirasakan para WNI di Melbourne, Negara Bagian Victoria, Australia. Memburu takjil menjadi salah satu kegiatan yang sangat dirindukan saat bulan Ramadan seperti saat ini.



Beruntung, di Melbourne ada banyak restoran Indonesia yang berdiri di pusat kota. Salah satu restoran Indonesia yang cukup masyhur namanya di Melbourne, Nelayan, bahkan secara khusus menyediakan takjil bagi para umat muslim yang berpuasa.

detikcom yang tengah berada di Melbourne bersama dua media lain yang difasilitasi Australia Plus ABC International pada awal Juni 2016 ini mendatangi Restoran Nelayan menjelang berbuka puasa. Restoran yang berada di pusat Kota Melbourne itu dipenuhi para pengunjung yang sebagian besar adalah WNI.

Pemilik restoran, Mey Santoso secara khusus menambah menu untuk berbuka puasa. Dia menyediakan takjil yang tentu saja laris-manis diburu para pembeli.

Mey Santoso, perempuan asal Bangka Belitung pemilik restoran Nelayan di Melbourne (Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)


"Kalau bulan puasa siangnya sepi karena banyak yang puasa. Sore menjelang berbuka baru mulai ramai, jadi ada tambahan beberapa makanan yang manis-manis," kata Mey.

Perempuan asal Bangka Belitung itu mengungkapkan bahwa takjil menjadi menu favorit para pelanggannya selama bulan Ramadan. Sehingga, aneka hidangan takjil yang umum dijajakan para pedagang kaki lima di Indonesia setiap bulan puasa sengaja disediakan di Restoran Nelayan.

Aneka minuman manis untuk takjil berbuka puasa (Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)


"Kita ada ketan hitam, kue-kue basah, biji salak dan roti-roti manis," jelasnya.

Biji salak, takjil favorit di restoran Nelayan (Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)


Biji salak menjadi menu primadona yang diburu pengunjung. Para pengunjung yang merupakan WNI yang sebagian besar adalah mahasiswa dan pekerja di Melbourne mengaku sengaja datang ke Restoran Nelayan untuk mencari takjil, sebagai pengobat rasa rindu suasana berbuka di rumah.

Seperti di warteg, aneka masakan Nusantara ditata dalam etalase kaca, namun lebih modern dan higienis di Restoran Nelayan (Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)


"Senang menemukan makanan Indonesia di sini, karena memang susah mencarinya. Meskipun untuk mendapatkan makanan seperti ini kita harus naik bus dua kali dan naik trem dengan beberapa kali transit. Ya perjuangannya lumayan lah," ujar Dita, salah seorang pengunjung yang saat ini tengah menempuh pendidikan di Melbourne.

Senada dengan Dita, pengunjung lain, Ferdian mengaku sangat senang bisa menikmati suasana berbuka yang mendekati rasanya berbuka di rumah. Selain takjil, rendang menjadi pilihannya untuk berbuka di Melbourne dengan citarasa Indonesia.

Rendang dan tauge, salah satu menu Nusantara di Nelayan (Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)


"Takjilnya kebetulan dapat gratis di sini. Untuk makan beratnya saya pilih rendang sama toge. Biar berasa di rumah aja kali ya," tutur Ferdian sambil tertawa. (Hbb/nwk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads