Saat Kim Jong Un Santai Merokok di Tengah Kampanye Antirokok di Korut

Ayunda Windyastuti Savitri - detikNews
Sabtu, 11 Jun 2016 11:47 WIB
Foto: Kim Jong Un merokok memberikan arahan pada pengembangan Ssuk Islet (KCNA/Reuters)
Pyongyang - Kampanye anti rokok yang tengah digencarkan di Korea Utara dinilai gagal. Pasalnya, pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un tidak terpengaruh untuk berhenti merokok meskipun dirinya pernah mendapat peringatan bahaya rokok dari sang ayah.

Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (11/6/2016), angka merokok di Korut terbilang cukup tinggi. Selama kampanye berlangsung, Kim memang tidak terlihat memegang rokok selama 80 hari. Hal ini tentu saja memunculkan spekulasi keberhasilan kampanye membujuk Kim telah berhenti merokok pada awalnya.

Akan tetapi dalam foto sebuah surat kabar Korut Rodong Sinmun, terlihat Kim tersenyum dan memegang sebatang rokok ketika berkunjung ke kamp anak-anak di Pyongyang pada pekan lalu. Kim memang pernah tertangkap kamera sedang merokok dalam berbagai kesempatan sejak lama.

Sejumlah foto Kim Jong Un merokok di China pada 22 Mei 2014 (CHINA OUT AFP PHOTO STR/AFP)


Kim kerap terlihat merokok saat memeriksa kondisi penanaman rudal balistik, berkunjung ke konstruksi, tur ke rumah sakit dan mengikuti berbagai kompetisi olah raga serta seni. Dia juga pernah terlihat mengisap rokok saat naik kereta bawah tanah, bahkan di depan istrinya yang tengah mengandung.

Kim Jong Un merokok saat memantau perkembangan misil rudal (KCNA/Reuters)


Media pemerintah Korea Utara menyebut Pyongyang sibuk kampanye anti rokok sejak bulan lalu. Salah satu program kampanyenya dengan menayangkan seri dokumenter tentang risiko kesehatan akibat dari merokok di salah satu televisi, Korea Central TV yang ditayangkan.

Ayah Kim, Kim Jong-II dan kakenya Kim II-Sung juga merupakan perokok berat. Keduanya meninggal lantaran terkena serangan jantung.

"Rokok itu seperti pistol yang ditujukan ke jantung Anda," kata Kim Jong-II pada awal tahun 2000.

Kala itu, Kim Jong-II tengah berupaya melawan kebiasaan merokok. Namun tidak berhasil dan ia kembali merokok pada tahun 2008 hingga akhirnya meninggal dunia tiga tahun kemudian. (aws/fjp)