Duh! Warga Venezuela Punya Uang Tapi Tak Bisa Beli Makanan karena Krisis

Duh! Warga Venezuela Punya Uang Tapi Tak Bisa Beli Makanan karena Krisis

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 10 Jun 2016 14:36 WIB
Duh! Warga Venezuela Punya Uang Tapi Tak Bisa Beli Makanan karena Krisis
Presiden Nicolas Maduro (Foto: REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)
Caracas, - Warga Venezuela terus menggelar aksi-aksi demo untuk memprotes krisis pangan yang melanda negeri itu. Warga marah karena meski memiliki uang, mereka tak bisa membeli makanan karena minimnya pasokan.

"Apa yang harus saya lakukan dengan uang ini," teriak Jose Salazar, seorang demonstran di jalanan di ibukota Caracas, seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (10/6/2016).

Pemandangan serupa ditemui nyaris setiap hari di kota-kota di Venezuela yang tengah dilanda krisis pangan yang parah. Dikatakan Salazar, dirinya mencari makanan di sejumlah supermarket untuk keluarganya, namun tidak ditemukan. Pria itu pun kemudian bergabung dengan aksi-aksi protes di Petare, kawasan miskin di Caracas timur, untuk meluapkan kemarahan pada Presiden Nicolas Maduro.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para demonstran meneriakkan kata-kata "Pergilah Nicolas Maduro" dan "Referendum". Belakangan ini, kubu oposisi gencar menyerukan adanya referendum untuk memberhentikan Maduro.

"Kami lapar. Kami ingin makanan. Mahal, murah, diimpor, apapun itu, terserah. Tapi kami perlu makanan," cetus demonstran lainnya, Tairon Rincon.

Aparat polisi kemudian membubarkan massa dengan melepaskan gas air mata dan peluru karet. Namun beberapa jam kemudian, aksi protes lainnya muncul di kawasan kelas menengah, Los Ruices. Aksi-aksi serupa juga digelar sebelumnya di berbagai wilayah Venezuela, termasuk Valera, San Juan de los Morros dan Porlamar. Aksi-aksi demo tersebut ada yang berubah menjadi aksi penjarahan.

Venezuela saat ini tengah dilanda kekurangan pasokan makanan, obat-obatan dan kebutuhan lain seperti kertas tisu toilet, deodoran, popok bayi. Penderitaan warga Venezuela ini masih diperparah dengan musim kering dan krisis listrik yang terjadi. (ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads