China Serukan AS Hentikan Pengintaian di Laut China Selatan

China Serukan AS Hentikan Pengintaian di Laut China Selatan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 09 Jun 2016 10:38 WIB
China Serukan AS Hentikan Pengintaian di Laut China Selatan
Foto: Saat reklamasi pulau buatan di kawasan Scarborough rampung, China akan memiliki kontrol penuh atas wilayah Laut China Selatan yang dipersengketakan.
Beijing, - Pemerintah China menyerukan Amerika Serikat untuk menghentikan penerbangan pengintaian di atas wilayah Laut China Selatan. Seruan ini disampaikan Beijing setelah jet-jet tempur China mengintersepsi sebuah pesawat militer AS di wilayah sengketa tersebut.

"Amerika Serikat terus melakukan aktivitas pengintaian jarak dekat, yang secara signifikan mengganggu keamanan China di lautan. Inilah yang menyebabkan masalah. Kami menyerukan Amerika Serikat untuk menghentikan aktivitas ini dan mencegah insiden serupa di masa mendatang," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hong Lei seperti dilansir CBS News, Kamis (9/6/2016).

Diimbuhkan pejabat China itu, negaranya punya hak untuk mengambil langkah-langkah pertahanan diri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya pada Selasa, 7 Juni waktu setempat, pejabat-pejabat AS mengatakan, sebuah jet tempur J-10 milik China mengintersepsi sebuah pesawat AS yang terbang di atas wilayah Laut China Selatan. Pesawat pengintai Angkatan Udara AS, RC-135 tersebut sedang terbang di atas lautan itu ketika didekati oleh jet tempur China dengan kecepatan tinggi dan dalam jarak tidak aman.

Insiden itu terjadi saat Menteri Luar Negeri AS John Kerry berada di Beijing, China untuk melakukan pembicaraan mengenai kesepakatan-kesepakatan dagang dan stabilitas wilayah.

Kerry pun menyerukan semua pihak untuk menyelesaikan sengketa Laut China Selatan lewat negosiasi.

"Jangan selesaikan ini dengan aksi sepihak, mari kita selesaikan ini lewat aturan hukum, lewat diplomasi, lewat negosiasi. Dan kami menyerukan semua negara untuk menemukan solusi diplomatik, yang berlandaskan standar internasional dan aturan hukum," tegas Kerry.

(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini