Seperti dilansir Reuters, Rabu (8/6/2016), kedua pria bersenjata itu diidentifikasi oleh polisi sebagai warga Palestina dari desa dekat kota Hebron di Tepi Barat yang diduduki Israel. Salah satu dari mereka ikut terluka dalam penangkapan oleh polisi.
Para pejabat rumah sakit mengatakan penyerang menewaskan tiga orang pada pukul 09.30 waktu setempat, dan melukai 7 orang lainnya. Salah satu korban dalam kondis kritis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Channel 10 mengatakan orang-orang bersenjata itu mengenakan kemeja dan dasi, mereka makan di sebuah restoran yang kemudian secara tiba-tiba mengeluarkan senjata otomatis dan melakukan penembakan. Selian pistol, mereka juga membawa pisau.
Tempat yang menjadi target serangan sebetulnya lokasi yang relatif tenang di Komplek Sarona, Tel Aviv, setelah meningkat gelombang kekerasan antara Israel dan Palestina sejak 8 bulan lalu.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang baru kembali dari kunjungan ke Moskow, bergegas langsung menuju ke Departemen Pertahanan untuk membahas situasi pasca penyerangan dengan menteri senior dan kepala keamanan.
Dalam setengah tahun terakhir, serangan Palestina telah menewaskan 31 warga Israel dan dua warga AS. Sementara pasukan Israel telah menembak mati setidaknya 196 warga Palestina, 134 di antaranya disebut Israel sebagai penyerang. Lainnya tewas dalam bentrokan dan protes.
(miq/miq)










































